UNGARAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyatakan kekagumannya saat mengunjungi benteng Fort Willem I Ambarawa. Benteng yang berada di Kelurahan Lodoyong itu memang baru saja selesai dilakukan revitalisasi oleh Kementrian Pekerjaan Umum.
Sebelumnya benteng yang dibangun Belanda pada abad XVIII ini dibiarkan mangkrak selama puluhan tahun. Sempat difungsikan sebagai tangsi militer namun tidak bertahan lama. Akibatnya kawasan benteng terttutupi oleh rumput liar dan tanaman lainnya sehingga terkesan terpendam sehingga oleh warga lokal disebut juga Benteng Pendem.
Seiring dengan revitalisasi bangunan, kini benteng yang memiliki luas sekitar 2,7 hektar itu menunjukan kemegahannya sebagai bangunan era kolonial. :”Bangunannya bagus, seperti aslinya saat dibangun dulu, dari bata merah, besi-besi berukuran besar serta kayu jati,” ujar AHY saat ditemui usai mengunjungi benteng.
AHY, menyebut kawasan bersejarah ini punya potensi besar menjadi ruang publik favorit, terutama bagi anak-anak muda. “Benteng yang dipugar ini kini menonjolkan arsitektur khas perpaduan bata, besi, dan kayu. Penataan tersebut membuat suasana lebih rapi, nyaman, dan memiliki sirkulasi udara yang baik,” katanya.
Menurutnya, jika keindahan kawasan ini dipadukan dengan geliat ekonomi kreatif serta kuliner, maka Benteng Pendem berpotensi melahirkan kekuatan pariwisata baru. Bahkan, berpotensi tak hanya mendatangkan wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.
“Kalau malam pasti lebih indah, bisa kulineran. Harapannya bisa jadi destinasi yang makin menarik dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata AHY saat berkunjung ke benteng tersebut, Kamis (27/11/2025). Revitalisasi Benteng Pendem dilakukan melalui program Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah.
Fokus penataan mencakup pelestarian bangunan sejarah, keteraturan lingkungan, dan kenyamanan pengunjung. Sebagai salah satu peninggalan bersejarah bernilai perjuangan, benteng ini kini hadir kembali sebagai ruang publik yang lebih hidup dan bermanfaat.
Upaya ini diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi, serta aktivitas kreatif masyarakat Ambarawa. (sgt)



