32 C
Semarang
Rabu, 4 Maret 2026

Heri Pudyatmoko Nilai Usulan Taman Nasional Lindungi Gunung Slamet dari Kerusakan Lingkungan

JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov Jateng yang mengusulkan Gunung Slamet untuk ditetapkan sebagai Taman Nasional.

Usulan tersebut dinilai menjadi sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan ekosistem hutan sekaligus menekan risiko bencana di wilayah sekitarnya. Yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes,
Heri mengatakan, peningkatan status kawasan menjadi taman nasional akan memberikan payung perlindungan yang lebih kuat terhadap kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Slamet.

Selain itu, juga dapar mengurangi potensi bencana ekologis seperti longsor dan banjir bandang. Mengingat, alih fungsi lahan yang masif di daerah hulu berakibat pada banjir di wilayah Pemalang dan daerah lain di sekitarnya.

Baca juga:  15.420 Peserta Ikuti Seleksi PPPK CPNS di UNS,Komisi 2 DPR-RI Pastikan Proses Transparan

“Kami di legislatif mendukung usulan yang diajukan kepada Kementerian Kehutanan. Penetapan Gunung Slamet sebagai taman nasional akan memperkuat upaya perlindungan lingkungan sekaligus mitigasi bencana di wilayah lereng,” ujar Heri di Semarang.
Menurutnya, kondisi kawasan hutan di lereng Gunung Slamet saat ini menghadapi tekanan yang cukup serius akibat kerusakan lingkungan dan perubahan tata guna lahan. Karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang lebih tegas dan terintegrasi agar rehabilitasi hutan dapat berjalan optimal.

“Kawasan ini memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Jika perlindungannya diperkuat, maka upaya pemulihan hutan bisa dipercepat dan lebih terkoordinasi,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Dengan status taman nasional, pemerintah daerah juga akan memiliki ruang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan kawasan, termasuk dalam program rehabilitasi, konservasi, dan pengawasan.
Ia juga mendorong agar pelibatan masyarakat sekitar tetap menjadi bagian penting dalam skema pengelolaan kawasan.

Baca juga:  Biadab! Tujuh Bayi Hasil Inses dengan Anak Kandung Dibunuh

“Konservasi harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Pendekatannya tidak hanya pelestarian, tetapi juga keberlanjutan sosial dan ekonomi warga,” tegas Heri.

Lebih lanjut pihaknya berharap proses pengajuan yang telah disampaikan Pemprov Jateng dapat segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Kehutanan, sehingga perlindungan kawasan Gunung Slamet dapat memiliki dasar hukum dan pengelolaan yang lebih kuat ke depan. (sgt)



TERKINI

Rekomendasi

...

Jembatan Wonokerto Mulai Dibuka Pagi ini

Densus 88 Geledah Rumah Kos di Waru...

Polda Jateng Gelar Doa Bersama Untuk Pilkada...

HM Natsir dan Joko Sutanto Lepas Jabatan