JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Samuel Wattimena kembali menunjukan kinerjanya sebagai Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, yang tak enggan turun ke lapangan mendengar dan menyerap aspirasi rakyat.
Kinerja maksimal tersebut, terwujud dalam kunjungan yang dilakukan Samuel Wattimena di Padepokan Ilir-ilir Sunan Kalijaga Gunungpati, Semarang, belum lama ini.
Tak sekedar berkunjung, ia juga turut andil dalam kegiatan sarasehan bersama para tokoh masyarakat berdiskusi serta menyerap aspirasi yang disampaikan warga setempat.
Salah satu aspirasi yang diserap Samuel Wattimena yakni dari Persatuan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI), baik tingkat pusat, daerah, dan cabang.
“Terus terang aspirasi ini, suatu hal yang baru terkait rokok, dari para pelaku produsen rokok kalangan menengah ke bawah,” ujarnya, usai kegiatan.
Dijelaskan, petani tembakau dan produsen rokok di kalangan menengah ke bawah memang paling besar sehingga perlu mendapatkan perhatian.
“Terkait hal tersebut, bahwa keputusan yang harus diambil menjadi sesuatu yang sensitif karena bersinggungan dengan masalah lain, yaitu kesehatan, lingkungan serta lainya,” terangnya.
Atas hal tersebut, ia lebih mengambil sikap untuk mendengarkan dan mendapatkan masukan untuk nantinya, akan menjadi bahan masukan lintas komisi.
“Ya, sebuah keputusan itu, tidak bisa serta merta mengatakan bahwa rokok itu tidak sehat dan dilarang karena kebijakan akan menyangkut banyak sumber pendapatan masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, Samuel juga melihat adanya potensi Padepokan Ilir-ilir untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal untuk bisa berkembang.
“Ada potensi di padepokan Ilir-ilir, saya ingin lakukan adalah menghadirkan kembali, mengingatkan kembali kepada generasi muda mengenai segala sesuatu yang sebetulnya sudah dimiliki oleh kebudayaan Jawa,” ujarnya.
Ia, kembali menegaskan, bahwa saat ini generasi muda sudah mulai menganggap kebudayaan Jawa sebagai sesuatu yang abstrak atau dianggap tidak penting lagi.
“Generasi muda harus diberikan edukasi terkait tata krama, etika, dan segala macam yang menurut saya pribadi sangat penting. Ini juga akan menjadi sebuah ciri sbuahnegara dunia mengenai etika nasional, etika nusantara,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Pengasuh Padepokan Ilir-ilir Sunan Kalijogo Romo Lilik Bukhori mengatakan bahwa pihaknya memfasilitasi antara P2RPTI dengan Samuel Wattimena selaku wakil rakyat.
“Kehadiran bapak Samuel ini, sangat diperlukan supaya bisa memberikan arahan dan masukan apa yang harus dikerjakan,” katanya.
Menurutnya, perhatian dari pemerintah terhadap UMKM sudah sangat bagus, tetapi yang harus diperkuat adalah sumber daya manusia (SDM).
“Untuk meningkatkan kualitas maupun untuk menggerakkan masyarakat agar berkreasi, seperti di (Desa) Malon ini banyak UMKM terutama batik warna alam,” tandasnya.
“Melalui pembinaan terus menerus dan arahan-arahan yang dilakukan pemerintah untuk, pelaku UMKM ini akan memajukan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya. (ucl/rit)






