JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Suara talbiyah menggema, langkah-langkah calon jemaah haji bergerak serempak mengikuti simulasi tawaf, sa’i, hingga puncak haji di Arafah.
Di tengah semangat lebih dari 500 peserta manasik yang memadati lokasi kegiatan, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, mengingatkan satu hal mendasar, yakni luruskan niat sebelum melangkah ke Tanah Suci.
Pesan itu disampaikan Wibowo saat menghadiri praktik manasik haji yang diselenggarakan KBIHU Babussalam Temanggung, Minggu (15/2/2026). Di hadapan ratusan calon jemaah, ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan jauh atau kebanggaan sosial, melainkan panggilan spiritual yang menuntut ketulusan hati.
“Niat harus benar-benar karena Allah SWT. Itulah fondasi agar ibadah kita bernilai dan diterima,” ujar legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini.
Selain meluruskan niat, Wibowo juga menyoroti pentingnya kesiapan fisik. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang menguras tenaga, terlebih dengan kondisi cuaca di Arab Saudi yang bisa mencapai 45 derajat Celsius. Karena itu, para calon jemaah diminta menjaga kesehatan sejak jauh hari, mulai dari pola makan, olahraga ringan, hingga pemeriksaan medis berkala.
Kegiatan manasik tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Temanggung H. Eko Widodo,
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Fatchur Rohman, Ketua KBIHU Babussalam Temanggung, yang ikut memandu simulasi manasik secara rinci, mulai dari tata cara ihram hingga tahapan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Praktik langsung ini diharapkan membuat calon jemaah lebih siap secara teknis dan mental.
Disampaikan bahwa manasik bukan hanya pembelajaran tata cara, tetapi juga ruang membangun kebersamaan antarjemaah. Ia berharap seluruh peserta dapat saling menguatkan dan menjaga kekompakan selama proses ibadah haji berlangsung.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Temanggung sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan calon jemaah haji. Sinergi antara legislatif, Kementerian Haji, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu memastikan jemaah asal Temanggung berangkat dalam kondisi siap lahir dan batin, serta kembali sebagai haji yang mabrur.(*)






