28 C
Semarang
Minggu, 22 Februari 2026

Wawali Minta Intervensi Kemiskinan di Salatiga Lebih Efektif

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026, Jumat (20/02/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga ini diikuti oleh Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Salatiga, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga.

Wawali sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Nina berharap seluruh OPD dan pemangku kepentingan di Kota Salatiga dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam menangani kemiskinan. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengentasan kemiskinan, tetapi juga memperkuat jaring pengaman agar masyarakat tidak jatuh ke dalam kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrem.
“Saya harap data yang kita miliki selalu terbarui sehingga progres yang kita lakukan bisa tepat sasaran. Saya juga berharap program-program yang dilaksanakan tidak hanya membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, tetapi juga mampu membuat mereka mandiri dalam menopang perekonomian keluarga,” tegasnya.

Baca juga:  Afganistan Jajaki Kerja Sama di Berbagai Sektor dengan Jawa Tengah

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si., berharap monitoring yang dilakukan setiap semester dapat meningkatkan kualitas solusi penanggulangan kemiskinan agar lebih sesuai dengan tren di masyarakat. Dengan demikian, penanganan kemiskinan dapat dilakukan lebih rinci per kasus dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Dari laporan penanggulangan kemiskinan tahun 2025, capaian kita cukup baik karena mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi 4,2 persen, melampaui target tahun 2025. Pada tahun ini, kami akan menyampaikan laporan setiap semester terkait rencana dan realisasi program penanggulangan kemiskinan tahun 2026. Isu strategis penanggulangan kemiskinan mencakup empat sasaran, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan potensi ekonomi lokal, pemenuhan infrastruktur dan kebutuhan dasar, serta penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),” jelasnya.( deb)



TERKINI

Rekomendasi

...