26 C
Semarang
Jumat, 27 Februari 2026

Reses, Dewan Soroti SDM KUA, Kesejahteraan Guru, hingga Kesiapan Haji di Temanggung

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, memanfaatkan masa reses dengan mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Rabu (25/2/2026). Dalam pertemuan bersama Kepala Kantor Kemenag Temanggung Fatchur Rochman, Kasubbag TU, dan para kepala seksi, Wibowo menyoroti sejumlah isu strategis kehidupan beragama di Kabupaten Temanggung.

Ia menekankan pentingnya penguatan pondok pesantren dan madrasah swasta sebagai pilar pendidikan karakter masyarakat. Namun, menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah swasta masih perlu ditingkatkan.

“Madrasah swasta jumlahnya banyak dan berkontribusi besar dalam pendidikan keagamaan. Tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa kesejahteraan sebagian guru masih jauh dari ideal. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk dalam kebijakan anggaran di tingkat pusat,” tegas Wibowo, legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini.

Selain itu, ia secara khusus menyoroti minimnya sumber daya manusia di Kantor Urusan Agama (KUA). Banyak penghulu dan pegawai yang telah pensiun, sementara SDM pengganti belum sepenuhnya memenuhi persyaratan untuk diangkat sebagai penghulu.

“Pelayanan di KUA menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pencatatan nikah hingga bimbingan keluarga. Kalau SDM terbatas, tentu berdampak pada kualitas layanan. Regenerasi dan pemenuhan formasi harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, Fatchur Rochman, membenarkan adanya tantangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejumlah penghulu memasuki masa purnatugas, sementara pegawai yang tersedia masih dalam proses pemenuhan syarat administratif dan kompetensi jabatan fungsional.

“Memang ada kekurangan penghulu di beberapa KUA karena faktor pensiun. Beban kerja meningkat, dan kami terus mengusulkan tambahan formasi serta mendorong peningkatan kompetensi pegawai agar memenuhi persyaratan,” jelas Fatchur.

Terkait madrasah swasta, ia menambahkan bahwa sebagian guru masih berstatus non-sertifikasi dengan penghasilan terbatas. “Kami berharap ada kebijakan afirmatif untuk guru madrasah swasta, sehingga kesejahteraan mereka bisa lebih terjamin,” katanya.

Usai dari Kemenag, Wibowo melanjutkan kunjungan ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Temanggung. Ia diterima Kepala Kantor Kemenhaj Temanggung, Eko Widodo beserta jajarannya untuk membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wibowo meminta penjelasan detail terkait persiapan keberangkatan jemaah, termasuk pembentukan kloter, manasik, serta kesiapan kesehatan.

“Persiapan teknis harus matang, tapi yang tak kalah penting adalah kesiapan mental dan fisik jemaah. Edukasi soal kesehatan harus terus dilakukan agar jemaah berangkat dalam kondisi prima,” ujar Wibowo.

Eko Widodo memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, kloter sudah terbentuk, dokumen administrasi lengkap, dan manasik haji dilaksanakan bertahap. Kami juga bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi jemaah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus mengingatkan calon jemaah untuk menjaga kebugaran dan kesiapan mental menjelang keberangkatan.

“Kami ingin seluruh jemaah Temanggung bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat,” pungkas Eko.



TERKINI

Rekomendasi

...