26 C
Semarang
Jumat, 27 Februari 2026

Sinergitas BNNP Jateng bersama Gubernur, Bentengi Anak Muda dari Narkoba

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kerawanan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Jawa Tengah masih tergolong tinggi dan menjadi tantangan serius yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor.

Khususnya, dalam penguatan sumber daya manusia dan ketahanan nasional, upaya pencegahan dan penanganan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata.

Atas dasar tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Toton Rasyid, melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, pada Kamis (26/2/2025), di Ruang Kerja Gubernur, Jalan Pahlawan Semarang.

Dalam audiensi tersebut, Toton Rasyid menyampaikan silaturahmi sebagai pejabat baru sekaligus memaparkan gambaran umum situasi dan tren permasalahan narkoba di Jawa Tengah yang masih memerlukan perhatian serius serta dukungan lintas sektor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan narkoba tidak dapat ditangani secara sektoral. Dibutuhkan kerja bersama yang solid, berkesinambungan, dan saling menguatkan antarinstansi,” ujar Toton Rasyid.

Baca juga:  Alhamdulilah, 8.737 Warga dan Anak Binaan se-Jateng dapat Remisi 

Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Dari Narkoba).

“Upaya tersebut meliputi penguatan pencegahan berbasis keluarga dan masyarakat, optimalisasi layanan rehabilitasi, serta peningkatan sinergi dalam pembentukan dan pengembangan Desa Bersinar,” ujarnya.

Selain itu, program pencegahan juga diperkuat melalui Program (ANANDA BERSINAR) Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai Dari Anak.

“Gerakan ini merupakan tonggak transformasi P4GN menuju pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan berbasis keluarga,” tandas Toton.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi atas kinerja BNNP Jawa Tengah dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung penuh upaya pencegahan narkoba yang lebih massif dan berkelanjutan.

Baca juga:  Komitmen Tim Pendamping Keluarga Kabupaten Demak Tahun 2022 Upaya Menurunkan Angka Stunting

“Upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan langkah represif. Penguatan Desa Bersinar harus terus diperluas dan diekspos secara masif agar masyarakat tahu, peduli, dan terlibat aktif. Kampung Bersinar dan Kampung Tangguh harus menjadi contoh gerakan positif di tengah masyarakat,” tegas Ahmad Luthfi.

Selain itu, juga disampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan klinik rehabilitasi rawat inap di BNNP Jawa Tengah, sebagai bagian dari penguatan layanan rehabilitasi yang komprehensif.

“ Kami siap berada di ruang yang sama, bekerja bersama BNN untuk menjaga generasi muda dan memperkuat nilai-nilai positif di masyarakat,”pungkasnya.

Melalui audiensi dan silaturahmi ini, diharapkan terbangun sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat antara BNNP Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi ancaman narkoba. (ucl/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...