32 C
Semarang
Rabu, 4 Maret 2026

Lahar Dingin Merapi Terjang Area Tambang di Magelang, Satu Tewas dan Empat Hilang

JATENGPOS.CO. ID, MAGELANG – Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) siang hingga sore memicu banjir lahar hujan di alur Sungai Senowo, sisi barat daya Merapi. Material berupa batu, pasir, dan kayu menerjang area penambangan pasir di Kabupaten Magelang.

Dampaknya signifikan. Tiga truk pengangkut pasir hanyut terseret arus. Dua alat berat dan 12 truk lainnya tertimbun material lahar. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, enam warga mengalami luka-luka, dan empat penambang dinyatakan hilang.

Empat korban hilang masing-masing Maryuni, Heru, dan Hasyim—warga Dukuh Krinjing, Kecamatan Dukun—serta Fuad, warga Srumbung, Kabupaten Magelang. Korban meninggal dunia diketahui bernama Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko aktivitas di bantaran sungai berhulu Merapi, terutama saat curah hujan meningkat. Lahar hujan dapat terjadi secara tiba-tiba dengan daya rusak besar, membawa material vulkanik dalam volume tinggi dan kecepatan arus yang sulit dikendalikan.

Anggota DPR RI Wibowo Prasetyo Fraksi PDI Perjuangan yang tengah berada di daerah pemilihan bersama Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, langsung melakukan koordinasi lintas instansi. Penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan SAR setempat.

“Kami mengoordinasikan seluruh elemen agar penyisiran dan upaya penyelamatan segera dilakukan secara maksimal,” ujar Grengseng di Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (4/3) dini hari.

Operasi pencarian dilakukan intensif dengan mengerahkan empat anjing pelacak (K9) dari Polresta Magelang, penggunaan drone untuk memetakan aliran sungai, serta penyisiran manual hingga satu kilometer ke arah hilir.

Wibowo, yang di Komisi VIII DPR RI bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menekankan pentingnya dukungan cepat dalam penanganan bencana, terutama dalam penyediaan alat berat dan bantuan logistik.

“Kami berharap dukungan segera dari BNPB. Penanganan harus cepat, baik untuk proses pencarian maupun pemulihan bagi keluarga terdampak,” tegasnya.

Di sisi lain, bencana ini memunculkan evaluasi serius terkait sistem peringatan dini dan pengawasan aktivitas di zona rawan bencana. Penambangan pasir di alur sungai Merapi memang menjadi sumber penghidupan warga.

Namun tanpa pengawasan ketat, kepatuhan pada standar keselamatan, serta sistem mitigasi yang disiplin, potensi risiko akan terus mengintai setiap musim hujan.

Hingga Rabu (4/3/2016) pagi, tim SAR kembali melanjutkan penyisiran dan penanganan dampak bencana. Harapannya, korban yang masih hilang segera ditemukan. Lebih jauh, tragedi ini diharapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terus berulang di kawasan rawan lahar Gunung Merapi.



TERKINI

Rekomendasi

...