25 C
Semarang
Jumat, 6 Maret 2026

BNPB Salurkan Bantuan Rp600 Juta untuk Korban Banjir Lahar Hujan di Magelang

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Pemerintah Kabupaten Magelang menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai sekitar Rp600 juta untuk penanganan dampak banjir lahar hujan yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Bantuan diserahkan di Pendopo Bupati Magelang, Jumat (6/3/2026).

Bantuan tersebut berupa peralatan kebencanaan, mulai dari APD sampai paket sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan saat ini merupakan bagian dari kebutuhan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang.

“Ini sebagian bantuan yang diminta oleh Pemkab Magelang. Yang penting bantuan ini sudah sampai terlebih dahulu. Sementara yang lainnya akan menyusul secara bertahap,” ujarnya.

Menurut Agus, dalam situasi bencana yang terpenting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi. Kebutuhan tambahan lainnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Penyaluran bantuan ini juga merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sebelumnya, aspirasi terkait kebutuhan penanganan bencana disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo, setelah melakukan peninjauan dan koordinasi bersama Bupati Magelang dengan jajaran BPBD serta relawan di lokasi bencana.

Wibowo mengatakan, Kabupaten Magelang merupakan wilayah dengan dinamika alam yang cukup kompleks. Berbagai potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, hingga dampak aktivitas gunung berapi menjadi tantangan yang harus terus diantisipasi.

“Tanpa membandingkan dengan daerah lain, kejadian bencana di Magelang memang cukup sering terjadi. Dinamika alamnya luar biasa dan banyak kerawanan bencana,” kata Wibowo.

Ia menilai perhatian pemerintah pusat, khususnya BNPB, terhadap daerah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Magelang perlu terus diperkuat.

“Magelang memang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga dukungan dan perhatian dari BNPB tentu sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menjelaskan bahwa banjir lahar hujan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu dampak cukup serius terjadi di wilayah hulu Sungai Senowo. Aliran lahar hujan merusak dua jembatan yang sempat membuat dua desa terisolasi, yakni Desa Sewukan dan Desa Paten.

“Dua jembatan rusak dan sempat membuat dua desa terisolasi,” jelas Grengseng.

Selain itu, material pasir dari aliran lahar hujan juga menutup 40 an titik mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan air bersih masyarakat.

“Empat mata air yang biasa digunakan warga tertutup material pasir. Karena itu kami juga membutuhkan bantuan air bersih untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air,” katanya.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak, terutama menjelang perayaan Idul Fitri ketika aktivitas dan kebutuhan masyarakat meningkat.

Grengseng menambahkan, secara geografis Kabupaten Magelang memiliki topografi perbukitan hingga pegunungan yang cukup luas. Kondisi tersebut membuat potensi bencana tanah longsor cukup tinggi di beberapa wilayah.

“Potensi longsor di Magelang terdapat di delapan kecamatan karena sebagian wilayahnya berada di kawasan pegunungan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah. Penanganan bencana, menurutnya, tidak hanya soal tanggap darurat, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.



TERKINI

Rekomendasi

...