JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan pengelolaan dana keumatan. Setelah dinilai menjadi pelopor dalam pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kini Pemprov Jateng mulai mengoptimalkan potensi wakaf, termasuk wakaf uang, untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri kegiatan Pembekalan dan Pentasharufan Bantuan Masjid, Musala, Pondok Pesantren, Madrasah, TPQ, dan lembaga asnaf sabilillah, di Gedung F Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Jl Pahlawan Kota Semarang, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Tengah telah berjalan baik selama lebih dari satu dekade dan bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain. Kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Baznas juga terus meningkat.
“Alhamdulillah pengelolaan zakat di Jawa Tengah sudah berjalan baik dan menjadi pelopor. Kepercayaan masyarakat juga semakin besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” kata Gus Yasin.
Ia menilai, keberhasilan tersebut perlu dilanjutkan dengan penguatan pengelolaan wakaf, terutama wakaf uang. Skema ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pengembangan lembaga keagamaan yang belum dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah.
Menurutnya, banyak masjid, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan pengembangan fasilitas, seperti penambahan lahan, area parkir, hingga penguatan kegiatan ekonomi di sekitar masjid.
“Pemerintah tidak bisa menganggarkan untuk pengadaan tanah atau lokasi tertentu. Di sinilah wakaf, termasuk wakaf uang, bisa menjadi solusi untuk membantu kebutuhan lembaga keagamaan,” jelasnya.
Dikatakannya, pengelolaan wakaf yang baik juga dapat memperkuat sinergi dengan Baznas sehingga potensi filantropi Islam dapat dimanfaatkan lebih luas untuk kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, mengatakan, pada kesempatan tersebut Baznas menyalurkan bantuan kepada 132 lembaga keagamaan dengan total dana sekitar Rp 3,175 miliar.
Adapun lembaga penerima bantuan terdiri dari 43 masjid, 23 musala, 27 madrasah, 20 pondok pesantren, enam TPQ, dan 13 lembaga lainnya.
“Dalam satu tahun, penyaluran bantuan seperti ini kami lakukan tiga kali. Hal ini agar lebih banyak lembaga yang dapat memperoleh bantuan secara bergiliran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena pengumpulan zakat masyarakat berlangsung setiap bulan. Selain itu, Baznas juga memastikan setiap bantuan melalui proses administrasi dan pengajuan proposal yang jelas.
Selain bantuan untuk lembaga keagamaan, Baznas Jateng juga menjalankan berbagai program sosial selama Ramadan, termasuk pembagian paket sembako bagi masyarakat. Dalam empat bulan terakhir, bantuan sembako yang disalurkan telah mencapai sekitar 5.000 paket.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan 11 unit bus untuk program mudik gratis Baznas. Selain itu, disalurkan pula tali asih dan paket sembako senilai Rp248,5 juta kepada 497 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu dan tenaga outsourcing di lingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah. Masing-masing menerima Rp500 ribu dan satu paket sembako.(*)









