30 C
Semarang
Selasa, 10 Maret 2026

Lewat Tarling, Sekda Jateng Ajak Umat Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengajak umat Islam memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ajakan tersebut disampaikan saat mengikuti Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 H/2026 M putaran ke-10, yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Masjid At-Taqwa Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut Sumarno, Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan umat Islam. Banyak orang berdoa agar dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah tersebut. Karena itu, ketika kesempatan tersebut datang, umat Islam perlu memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Kita semua tentu pernah berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan. Alhamdulillah tahun ini kita dipertemukan lagi. Namun kita tidak tahu apakah masih akan dipertemukan dengan Ramadan berikutnya. Karena itu kesempatan ini harus kita isi dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia mengatakan, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi momentum untuk mengevaluasi target ibadah yang telah ditetapkan sejak awal bulan.

Sumarno menilai, semangat beribadah sebagian orang justru sering menurun menjelang Idulfitri.

Baca juga:  Pemkot Magelang Luncurkan "Layanan Homecare"

Hal itu, menurutnya, dapat dilihat dari kondisi saf salat tarawih yang kerap semakin longgar ketika Ramadan memasuki hari-hari terakhir. Padahal, seharusnya umat Islam semakin meningkatkan ibadah pada fase tersebut.

“Seharusnya semakin mendekati akhir Ramadan semangat kita semakin meningkat. Karena itu mari kita evaluasi target-target ibadah kita, apakah sudah tercapai atau masih perlu kita kejar di sisa Ramadan ini,” katanya.

Sumarno mengingatkan bahwa Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Quran atau bulan Al-Qur’an. Ia mendorong masyarakat untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Minimal selama Ramadan kita menargetkan khatam Al-Qur’an satu kali. Jika masih belum tercapai, sepuluh hari terakhir ini menjadi kesempatan untuk menuntaskannya,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat mengoptimalkan amalan lain, seperti salat berjamaah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menghidupkan malam dengan ibadah. Salah satunya dengan menjaga konsistensi mengikuti salat Isya dan tarawih berjamaah hingga selesai.

“Salat Isya dan tarawih berjamaah sampai imam selesai pahalanya seperti salat semalam suntuk. Bahkan jika dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah dan berzikir hingga matahari terbit, pahalanya seperti haji dan umrah,” ungkapnya.

Baca juga:  654 KPM Desa Kotaan Kecamatan Karanganyar Dapat Bansos BPNT/Sembako Tunai Tahun 2022 Tahap II dan BLT Migor

Sementara itu, penceramah dalam kegiatan tersebut, Prof. Imam Taufiq, menekankan pentingnya memahami keagungan Al-Qur’an dalam momentum peringatan Nuzulul Quran.

Ia menjelaskan Al-Qur’an merupakan kalamullah yang memiliki keistimewaan, baik dari sisi bacaan maupun kandungannya.

Menurutnya, Nuzulul Quran tidak hanya diperingati sebagai peristiwa turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi pengingat agar umat Islam mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dengan hati dan diwujudkan dalam perbuatan. Di situlah makna Nuzulul Quran yang sesungguhnya,” katanya.

Tarawih Keliling Ramadan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan agenda rutin yang digelar untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat selama bulan suci.

Setelah putaran ke-10 di Masjid At-Taqwa Kantor Gubernur Jateng, kegiatan Tarling akan dilanjutkan pada putaran ke-11 di Masjid Al Hikmah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 10 Maret 2026.(*)



TERKINI

Rekomendasi

...