32.1 C
Semarang
Sabtu, 11 April 2026

Dari Lereng Temanggung, 4 Pilar MPR RI Berpadu dengan Kearifan Lokal Menguatkan Jiwa Kebangsaan




JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG — Nilai-nilai kebangsaan kembali diteguhkan melalui kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung. Dengan mengusung pendekatan kearifan lokal sebagai sarana memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat.

Sosialisasi ini menitikberatkan pada pentingnya menginternalisasi 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dengan memadukan nilai-nilai budaya lokal yang telah hidup dan berkembang di masyarakat Temanggung. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu menjembatani konsep kebangsaan dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat.

Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan kekuatan besar dalam menjaga keutuhan bangsa.

Baca juga:  Bekas Ranting Ditarget Masuk PAD Rp 6 Juta

“Nilai-nilai gotong royong, tepa selira, dan musyawarah yang hidup dalam budaya lokal sejatinya adalah perwujudan nyata dari Pancasila. Ini yang harus terus kita rawat dan kembangkan,” ujar Wibowo, legislator dari Dapil Jawa Tengah VI, Sabtu (14/3/2026).


Ia juga menambahkan bahwa penguatan nilai kebangsaan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui pendekatan yang kontekstual dan menyentuh kehidupan masyarakat.

“Jika 4 Pilar hanya disampaikan secara normatif, maka sulit membumi. Tetapi ketika dikaitkan dengan tradisi dan kearifan lokal, masyarakat akan lebih mudah memahami dan mengamalkannya,” katanya.

 

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Diskusi yang berlangsung interaktif membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman terkait praktik nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam menjaga harmoni dan solidaritas di lingkungan masing-masing.

Baca juga:  Biskuit Kokola Turut Dukung Megengan 2024 di Demak

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam memahami kebangsaan.

“Kami jadi sadar bahwa budaya lokal yang selama ini kami jalankan ternyata sejalan dengan nilai-nilai 4 Pilar. Ini membuat kami semakin percaya diri untuk terus melestarikannya,” ungkap Isro Agus.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat Temanggung, dengan kearifan lokal sebagai fondasi yang kokoh. Masyarakat Temangggung juga menjadi saksi bahwa harmoni antara nilai nasional dan budaya lokal mampu memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.(*)




TERKINI




Rekomendasi

...