29.3 C
Semarang
Rabu, 1 April 2026

Bantuan Pipa Air Bersih BNPB Tiba di Lereng Merapi, Warga Mulai Bangkit Pascabencana




JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Harapan baru mulai mengalir di lereng Gunung Merapi. Setelah diterjang lahar hujan pada awal Maret 2026, tujuh desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, kini mulai bangkit dengan hadirnya bantuan pipa untuk sarana air bersih dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pada 30 Maret 2026, BNPB menyalurkan bantuan berupa 24 ribu meter pipa saluran air bersih yang difasilitasi oleh anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo. Bantuan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan akses air bersih yang sempat terputus akibat bencana.

Tujuh desa terdampak tersebut yakni Desa Sumber, Paten, Krinjing, Sengi, Sewukan, Keningar, dan Wates—wilayah yang selama ini sangat bergantung pada aliran mata air dari lereng Merapi.

Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa bantuan pipa ini akan digunakan untuk menyambungkan kembali aliran air dari sumber mata air menuju permukiman warga.


Baca juga:  600 Ribu Bibit Ikan Siap Ditebar di 67 Titik Embung dan Rawa

“Pipa ini untuk menyambungkan saluran air dari mata air ke pemukiman warga. Pasca bencana ini, kami ingin memastikan masyarakat lereng Merapi bisa kembali pulih. Kehadiran kami adalah langkah strategis agar masyarakat bisa kembali bekerja dan berusaha dengan baik,” ungkapnya di depan warga di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Senin (30/3/2026) malam.

Kepala Desa Sumber, Maryono, yang mewakili tujuh desa terdampak, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diperjuangkan melalui jalur aspirasi legislatif.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala BNPB dan Bapak Wibowo Prasetyo. Seluruh desa terdampak sempat mengalami putusnya saluran air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi. Bantuan ini sangat membantu pemulihan,” ujarnya.

Baca juga:  GPdI Jateng Sukses Rayakan 100 Tahun Baptisan Air

Meski demikian, Maryono juga menyebut masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani, terutama perbaikan jalan evakuasi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Sementara itu, Bupati Magelang yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Bela Pinarsih, mengapresiasi respons cepat dari BNPB melalui aspirasi DPR RI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat ini. Pembangunan sarana air bersih akan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Partisipasi warga menjadi kunci agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” jelasnya.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, masyarakat lereng Merapi kini perlahan menata kembali kehidupan mereka. Aliran air bersih yang segera terhubung kembali diharapkan menjadi titik awal bangkitnya aktivitas ekonomi dan sosial warga pascabencana.




TERKINI




Rekomendasi

...