JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA- Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Fadholi, M.I Kom menjelaskan bahwa pembangunan Exit Tol Pattimura merupakan proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Prosesnya sudah dirintis sejak tahun 2017 dan baru terlaksana di tahun 2026 ini.
“Alhamdulillah, di tengah efisiensi yang ada, pembangunan exit tol ini tetap berjalan. Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Kehadiran para lurah, ketua RT, dan ketua RW dalam sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui rencana pembangunan. Dengan adanya exit tol, tentu akan ada pelebaran jalan dan berbagai penyesuaian lainnya,” jelas Fadholi saat meninjau sekaligus menyosialisasikan pembangunan Exit Tol Pattimura, Sabtu (18/4/2026).
Sebelum peninjauan lokasi exit tol Patimura, Fadholi mengundang para tokoh masyarakat dari Salatiga dan Kabupaten Semarang untuk mengikuti sosialisasi tentang pembangunan exit tol di Joglo Kembar, Kauman Kidul tak jauh dari exit tol.
Dalam kesempatan ini Fadholi mengatakan, Komisi V DPR RI mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PU yang telah mengizinkan dan memulai pembangunan Exit Tol Pattimura, Salatiga. ” Kami juga mengapresiasi kepada Pemerintah Kota Salatiga dan Pemkab Semarang yang telah membantu dalam proses pembangunan Exit Tol Pattimura Salatiga,” imbuh legislator Nasdem ini.
Pembangunan Exit Tol Pattimura ini menurut Fadholi adalah usulan warga, yang mana Salatiga hanya ada satu Exit Tol Tingkir Salatiga yang menyulitkan penguna jalan Semarang-Solo masuk ke tengah Kota Salatiga yang menyebabkan perekonomian tengah Kota Salatiga menjadi sepi.” Untuk itu setelah nantinya Exit Tol Pattimura selesai pembangunannya perekonomian warga di tengah Kota Salatiga diharapkan ramai, karena Exit Tol Pattimura ini akan memudahkan pengguna jalan Semarang-Solo masuk ke tengah Kota Salatiga dan akan menggerakkan perekonomian warga,” imbuhnya.
Hadir pada Sosialisasi Pembangunan Exit Tol Pattimura diantaranya adalah Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, ST., MT., menegaskan bahwa pembangunan exit tol ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.
“Pembangunan ini telah diinisiasi sejak lama, bahkan sejak tahun 2015 melalui usulan Pemerintah Kota Salatiga. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan exit tol merupakan aspirasi jangka panjang masyarakat yang perlu diwujudkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menekankan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam membangun transparansi dan kepercayaan publik.
“Sosialisasi ini menjadi momentum untuk memastikan masyarakat memahami dan terlibat dalam proses pembangunan. Setiap pembangunan tentu membawa konsekuensi, sehingga kami berkomitmen agar proses ini berjalan dengan memperhatikan aspek tata ruang, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dikatakannya, pembangunan Exit Tol Pattimura ini diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan aksesibilitas hingga terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Salatiga dan sekitarnya.
Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan exit tol yang akan bermuara di Desa Pabelan, Kabupaten Semarang.
“Kami akan segera melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ini. Selain itu, kami juga mengusulkan pembangunan exit tol di wilayah Bergas agar Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga dapat berkembang secara bersama dan saling menguatkan,” ujarnya.( deb)





