JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Kebutuhan ruang kelas yang memadai masih menjadi tantangan serius bagi madrasah swasta. Di MI Mojosari, Kabupaten Temanggung, tingginya jumlah peserta didik belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan sarana belajar yang layak. Kondisi ini membuat dukungan pemerintah semakin dibutuhkan, baik dalam bentuk peningkatan fasilitas pendidikan maupun bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Persoalan tersebut mengemuka dalam kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, ke MI Mojosari, Kabupaten Temanggung. Dalam pertemuan itu, pihak madrasah menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kekurangan ruang kelas, kebutuhan peningkatan fasilitas belajar, hingga harapan perluasan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang membutuhkan.
Kepala MI Mojosari, Ida Herlina, mengungkapkan, saat ini madrasah yang dipimpinnya menampung sekitar 450 siswa. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap MI Mojosari. Namun di sisi lain, keterbatasan ruang kelas membuat proses belajar mengajar belum dapat berjalan sepenuhnya ideal.
“Jumlah siswa kami sekitar 450 anak. Kebutuhan ruang kelas masih menjadi persoalan, karena ruang yang tersedia belum mencukupi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara lebih nyaman,” ujar Ida.
Selain persoalan sarana, Ida juga menyampaikan bahwa sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, bantuan pendidikan seperti PIP dinilai sangat penting untuk meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti pendidikan dengan baik.
“Tidak sedikit siswa kami berasal dari keluarga kurang mampu. Kami berharap ada tambahan bantuan seperti Program Indonesia Pintar untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka,” katanya.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, MI Mojosari tetap berupaya mengembangkan potensi peserta didik. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler terus berjalan, mulai dari coding robotik, sepak bola, hingga pencak silat. Kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi siswa untuk membangun keterampilan, karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri.
Ida menilai, potensi anak-anak MI Mojosari cukup besar. Karena itu, dukungan sarana dan bantuan pendidikan akan sangat berarti agar madrasah dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wibowo Prasetyo menyatakan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa, terutama di tengah masyarakat desa dan keluarga sederhana. Menurutnya, negara perlu hadir untuk memastikan anak-anak madrasah memperoleh kesempatan belajar yang sama, baik dari sisi fasilitas maupun akses bantuan pendidikan.
“Aspirasi dari warga dan pihak sekolah ini akan kami bawa ke pusat supaya bisa mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat,” tegas Wibowo.
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah VI itu menambahkan, pemerintah telah memiliki program PIP keagamaan bagi siswa madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. Program tersebut harus terus dikawal agar benar-benar tepat sasaran dan menjangkau siswa yang paling membutuhkan.
Menurut Wibowo, bantuan pendidikan bukan sekadar soal angka penerima, tetapi menyangkut keberlanjutan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan dukungan PIP, diharapkan tidak ada siswa yang terhambat sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“PIP harus dipastikan sampai kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Ini penting agar mereka tetap semangat belajar dan orang tua juga terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi ruang serap aspirasi sekaligus penguatan komitmen untuk memperjuangkan kebutuhan madrasah di daerah. Bagi MI Mojosari, dukungan ruang kelas dan bantuan pendidikan menjadi harapan penting agar proses belajar mengajar semakin nyaman, inklusif, dan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi masa depan para siswa.













