JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Baitul Muslimin Indonesia atau Bamusi didorong kembali menguatkan perannya sebagai sayap keumatan PDI Perjuangan yang menjembatani nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan kebudayaan. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, bersama DPC Bamusi Kabupaten Magelang, Jumat (1/5/2026) malam.
Dalam silaturahmi tersebut, Wibowo mengajak kader Bamusi melihat kembali pemikiran Bung Karno secara lebih utuh. Menurutnya, Soekarno tidak bisa hanya dikenal sebagai tokoh nasionalis, sebab dalam gagasan dan perjuangannya juga terdapat dimensi ketuhanan, spiritualitas, serta penghormatan terhadap nilai-nilai Islam.
“Selama ini Bung Karno lebih sering dikenal sebagai tokoh nasionalis, proklamator, dan orator ulung. Padahal kalau kita baca lebih dalam, pemikiran beliau juga sarat dengan nilai ketuhanan, spiritualitas, dan semangat Islam yang membebaskan,” ujar Wibowo.
Ia menyinggung pemikiran Soekarno dalam Di Bawah Bendera Revolusi, terutama gagasan tentang pertautan nasionalisme, Islamisme, dan semangat pembebasan dari penjajahan. Menurutnya, perjuangan melawan kolonialisme bukan hanya didorong semangat kebangsaan, tetapi juga landasan moral untuk membela martabat manusia.
“Jadi nasionalisme Bung Karno itu bukan nasionalisme yang kering dari nilai rohani. Ada landasan spiritual yang kuat, ada keberpihakan pada kemanusiaan, dan ada semangat membebaskan rakyat dari penindasan,” tegasnya.
Wibowo menilai pandangan tersebut relevan dengan tugas Bamusi hari ini. Bamusi, kata dia, harus hadir membawa Islam yang sejuk, ramah, berbudaya, dan selaras dengan Pancasila serta keindonesiaan.
“Islam yang kita perjuangkan adalah Islam rahmatan lil alamin. Islam yang membawa rahmat, menjaga persaudaraan, toleran, menghormati tradisi, dan tidak tercerabut dari akar budaya masyarakat,” jelas legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini.
Menurut Wibowo, pendekatan dakwah Bamusi tidak boleh kaku dan berjarak dari masyarakat. Di Jawa, misalnya, dakwah bisa hidup melalui pengajian, tahlilan, selawatan, pesantren, majelis taklim, kesenian rakyat, dan tradisi lokal yang selama ini menjadi ruang perjumpaan agama dan budaya. Karena itu, Bamusi perlu hadir dalam kehidupan umat sehari-hari, bukan hanya dalam agenda seremonial.
Sementara itu, Gus Murtadho, perwakilan Bamusi Kabupaten Magelang mengatakan Bamusi harus menjadi ruang dakwah, silaturahmi, dan pelayanan umat.
“Bamusi harus hadir di tengah umat, ikut menjaga kerukunan, memperkuat dakwah yang ramah, dan membantu menyuarakan kebutuhan masyarakat. Tugas kita adalah membumikan Islam yang teduh, nasionalis, dan berbudaya,” ujarnya.
Dia mengatakan, DPC Bamusi Kabupaten Magelang akan memperkuat konsolidasi organisasi dan jaringan keumatan, mulai dari kiai, ustaz, guru ngaji, pengasuh pesantren, takmir masjid, majelis taklim, hingga komunitas keagamaan di desa-desa. Penguatan itu penting agar Bamusi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sedangkan Endriyaningsih Yunita, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan menambahkan bahwa Bamusi merupakan rumah perjuangan umat Islam di PDI Perjuangan.
“Harus kita bangkitkan lagi agar lebih aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali peran Bamusi di Kabupaten Magelang melalui dakwah kebangsaan yang inklusif, berbudaya, dan berpijak pada nilai Pancasila.













