Gotong Royong Jadi Nafas Konsolidasi, 15 PAC PDI Perjuangan Wonosobo Dilantik Serentak




JATENGPOS.CO.ID, WONOSOBO-Suasana hangat penuh semangat juang dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan serentak se-Kabupaten Wonosobo, Jumat (22/5/2026). Agenda yang diikuti 15 Pengurus Anak Cabang (PAC) ini bukan sekadar pelantikan struktur partai, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi besar untuk memperkuat barisan hingga tingkat akar rumput.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa peningkatan suara partai pada Pemilu 2024 menjadi bukti kerja nyata kader di lapangan.

Menurutnya, perolehan suara PDI Perjuangan di Wonosobo naik cukup signifikan, dari sekitar 120 ribu suara menjadi 147 ribu suara. Kenaikan itu, kata Afif, tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh kader partai.

“Ini menunjukkan bahwa kerja-kerja kader di masyarakat benar-benar dirasakan rakyat. Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama kita,” ujarnya.

Afif juga menyampaikan bahwa saat ini PDI Perjuangan memiliki 13 anggota DPRD Kabupaten Wonosobo serta tiga wakil rakyat di DPR RI dan Bupati Wonosobo. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan politik ke depan.

Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VI Jawa Tengah, Wibowo Prasetyo dalam sambutannya, menyebut Musancab bukan hanya agenda formal organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan denyut perjuangan partai tetap hidup hingga tingkat bawah.

“Musyawarah anak cabang serentak ini bukan sekadar agenda organisasi. Ini momentum untuk memperkuat barisan sekaligus memastikan denyut perjuangan partai tetap hidup sampai ke akar rumput,” kata Wibowo di hadapan kader.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan lahir dari semangat pengabdian kepada rakyat kecil atau wong cilik. Karena itu, kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi yang rapi, tetapi juga pada kader yang hadir langsung di tengah masyarakat.

“Kader harus mendengar suara rakyat dan bekerja nyata untuk rakyat. Itu yang membuat PDI Perjuangan tetap kuat dan besar,” lanjutnya.

Dalam suasana yang penuh semangat, Wibowo juga mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan tidak akan semakin ringan. Karena itu, diperlukan kerja partai yang nyata, konkret, dan dilakukan bersama rakyat.

Ia mengajak seluruh kader untuk tetap satu irama dan satu komando dalam memperkuat barisan partai.

“Mau hari ini, besok, lusa, atau tahun depan, PDI Perjuangan harus tetap menjadi partai terbesar dan partai pemenang pemilu,” tegasnya yang langsung disambut teriakan siap dari para kader.

Di akhir sambutannya, Wibowo mengajak seluruh kader untuk terus bergerak turun ke bawah menyapa masyarakat.

“Kita harus memenangkan hati rakyat dengan kerja nyata,” ujarnya.

Senada dengan itu, pimpinan sidang Musancab yang juga anggota DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menilai kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada struktur partai yang solid dari tingkat pusat hingga ranting.

Menurut Sofwan, tidak banyak partai politik yang memiliki mesin partai sekuat PDI Perjuangan. Karena itu, forum Musancab menjadi sangat penting sebagai ruang konsolidasi untuk meningkatkan kerja-kerja partai di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa hasil seleksi kepengurusan Musancab telah melalui pertimbangan matang dari pimpinan partai.

“Hasil Musancab ini sudah dipertimbangkan masak-masak oleh pimpinan untuk meningkatkan kinerja dan perolehan suara PDI Perjuangan ke depan,” katanya.

Musancab serentak ini sekaligus memperlihatkan bagaimana PDI Perjuangan di Wonosobo mencoba menjaga ritme perjuangan politiknya tetap dekat dengan rakyat, menguatkan kader di bawah, dan menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi utama partai.




TERKINI




Rekomendasi

...