Kreatifitas Siswa MTsN Semarang, Sisa-Sisa Makanan MBG Disulap Jadi Magot


JATENGPOS.CO.ID,  SUSUKAN – Kreatifitas para siswa dan guru pembimbing di MTsN Semarang di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang layak diacungi jempol. Makanan sisa-sisa Makan Bergizi Gratis ( MBG) dan sampah organik di sekolahan yang selama ini hanya dibuang di tong sampah, kini menjadi bermafaat setelah diolah menjadi magot. Magot sendiri adalah larva atau lalat tentara hitam yang dipakai untuk makanan burung dan ikan yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Sekolah MTsN Semarang, Muh. Muslimin, S.Ag, M.Pd.I menjelaskan, ide dari kreatifitas ini muncul setelah melihat sisa-sisa makanan dari MBG dan sampah organic lainnya yang setiap harinya mencapai ratusan kilo.” Bahkan pernah dalam sehari sampah dari sisa-sisa MBG mencapai 200-an kilo. Dari situ muncul ide bagaimana kalao sampah sebanyak ini dimanfaatkan dengan baik, akhirnya muncul ide untuk budidaya magot untuk pakan ikan dan burung. Bagaimana sampah MBG dan organic itu bisa menjadi berkah” kata Muslimin,Sabtu ( 30/5/2026).

Dikatakan Muslimin, budidaya magot dengan bahan sisa-sisa makanan BMG ini sudah berlangsung kurang lebih empat bulan ini, hasilnya untuk sementara untuk kalangan sendiri, karena pihak sekolahan juga memiliki kolam ternak ikan.” Kebetulan di sekolah ini ada tiga kolam ikan, dan ada siswa yang boarding school ( menginap) sebanyak 210-an siswa/siswi, sehingga kita bisa memanfaatkan sampah menjadi bermafaat dan berkah,” imbuhnya.

Baca juga:  Hari Ini, 50 Anggota DPRD Kabupaten Semarang Dilantik

Dikatakan Muslimin, saban harinya sampah dari sisa-sisa MBG di MTsN Semarang mencapai 200-an kilogram ( 2 kuintal), dari sampah sebanyak itu kemudian dipilah-pilah dan mendapatkan sekitar 50 kg sampah organic untuk bahan magot ini. “ Kita ada tim riset, ada tim olimpiade dan masing-masing memiliki tugas dan fungsi masing-masing, untuk riset magot ini, kita sudah ikut olimpiade riset tingkat propinsi dan masuk nominasi,” imbuhnya.
Dikatakan Muslimin, dari hasil budidaya magot tersebut, saban minggu berhasil memanen magot sebanyak 10 botol untu pakan ikan dan 5 kilo untuk makanan burung.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Ta’yinul Biri Bagus Nugroho memberikan apresiasi dan mendukung kreatifitas ini sebagai bentuk pelaksanaan Asta Protas dari Menteri Agama di bidang eko teologi. “ Dengan kreatifitas ini, MTsn Semarang berhasil memadukan kasalehan spiritual dan sosial yaitu bagaimana mewujudkan para siswa ikut menjaga alam di wilayah masing-masing,” ujarnya.
“ Proses dari sampah organik dijadikan magot, juga kreatifitas lainnya mengolah sampah plastik diolah jadi bio solar ini tidak mudah, melalui proses, namun dengan ketekunan, didikan dan bimbingan para guru di MTsN Semarang ini kreatifitas itu bisa diwujudkan dengan baik,” imbuhnya.

Baca juga:  Kunjungi Pondok Pesantren di Karanganyar, Gus Yasin Diminta Hapus Kartu Tani

Dikatakan Bagus Nugroho, kegiatan ini selain menumbuhkan kreatifitas para siswa, juga untuk melatih siswa menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif. “ Madrasah dibawah Kemenag, tidak hanya mewujudkan siswa/siswi yang cerdas secara agama, namun cerdas secara umum, namun juga memiliki bakat dan ketrampilan. Jadi nanti dimanapun mereka berada, ilmu tersebut bisa dimanfaatkan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (deb)


TERKINI

Perayaan Waisak 2570 BE di Semarang

Rekomendasi

...