JATENGPOS.CO.ID, PURWOREJO — Kondisi Gereja Katolik Stasi Santo Yulius, Paroki Purworejo, Keuskupan Purwokerto, di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, yang membutuhkan perbaikan mendapat perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo.
Dalam kunjungan pada masa reses DPR RI, Senin (10/8/2026), Wibowo melihat langsung kondisi sarana dan prasarana gereja yang dinilai sudah memerlukan revitalisasi atau rehabilitasi.
Dalam kunjungan tersebut, Wibowo didampingi Romo Josepat Rahajaan bersama pengurus Gereja Paroki Santa Perawan Maria Purworejo serta pengurus Gereja Katolik Stasi Santo Yulius. Selain meninjau kondisi bangunan, Wibowo berdialog dengan pengurus mengenai kebutuhan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan peribadatan jemaat.
Wibowo mengatakan, rumah ibadah merupakan bagian penting dari pelayanan kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, negara perlu memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana peribadatan seluruh umat beragama secara adil dan proporsional.
“Saya berharap, melalui kunjungan di masa reses ini, pemerintah melalui Kementerian Agama dapat memberikan bantuan untuk merehabilitasi gereja ini. Kondisinya memang membutuhkan perhatian agar jemaat merasa aman dan nyaman dalam beribadat,” kata Wibowo.
Menurutnya, aspirasi mengenai kebutuhan rehabilitasi Gereja Katolik Stasi Santo Yulius tersebut akan dibawa dan dikomunikasikan kepada Kementerian Agama sebagai salah satu mitra kerja Komisi VIII DPR RI.
Ia berharap dapat ditemukan skema bantuan yang memungkinkan untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana gereja.
Romo Josepat Rahajaan menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi Gereja Katolik Stasi Santo Yulius memberikan harapan bagi umat agar kebutuhan perbaikan tempat ibadat tersebut dapat memperoleh dukungan.
“Kami tentu berharap kondisi gereja ini mendapat perhatian dan ada dukungan untuk perbaikannya. Gereja ini digunakan umat untuk beribadat dan berbagai kegiatan pelayanan, sehingga kami berharap ke depan kondisinya dapat menjadi lebih layak dan nyaman bagi umat,” kata Romo Josepat.
Ia juga mengapresiasi kesediaan Wibowo datang langsung melihat kondisi gereja dan mendengarkan kebutuhan umat. Menurut Romo Josepat, kunjungan tersebut juga memiliki makna penting dalam memperkuat perhatian terhadap kehidupan umat beragama tanpa membedakan latar belakang agama.
Sementara itu, Wibowo menegaskan bahwa negara harus hadir bagi seluruh umat beragama. Ketika terdapat rumah ibadah yang membutuhkan perhatian, pemerintah perlu ikut mencari jalan agar kebutuhan tersebut dapat ditangani.
“Negara harus hadir untuk semua umat beragama. Ketika ada rumah ibadah yang kondisinya membutuhkan perhatian, tentu sudah semestinya kita ikut mencari jalan agar dapat diperbaiki. Ini juga bagian dari upaya merawat kerukunan dan toleransi yang selama ini tumbuh baik di tengah masyarakat,” ujar politisi dari Dapil Jawa Tengah VI ini.
Wibowo menegaskan, perhatian terhadap rumah ibadah tidak semestinya dibedakan berdasarkan agama yang dianut masyarakat. Masjid, gereja, pura, vihara maupun rumah ibadah lainnya memiliki fungsi penting sebagai tempat menjalankan kehidupan keagamaan sekaligus menjadi ruang untuk membangun nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan Wibowo menyerap aspirasi masyarakat selama masa reses DPR RI. Menurutnya, reses tidak hanya menjadi kesempatan bertemu masyarakat secara luas, tetapi juga mendengar secara langsung kebutuhan berbagai komunitas keagamaan di daerah pemilihannya.
Wibowo berharap rehabilitasi Gereja Katolik Stasi Santo Yulius nantinya dapat diwujudkan sehingga jemaat memiliki tempat beribadat yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Dukungan tersebut, lanjutnya, sekaligus menjadi wujud konkret kehadiran negara dalam menjamin kehidupan beragama serta merawat kerukunan antarumat beragama.






