Heri Pudyatmoko Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Jateng


JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong sektor ekonomi kreatif (ekraf) terus dikembangkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Jawa Tengah. Menurutnya, potensi besar ekraf harus diikuti penguatan pelaku usaha, akses pasar, pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi.

Heri menilai ekonomi kreatif memiliki peluang besar karena bertumpu pada kreativitas, inovasi, dan potensi lokal. Pengembangannya juga dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda.

“Yang perlu kita lakukan adalah memastikan pelaku ekraf mendapatkan ekosistem yang mendukung agar bisa berkembang dan naik kelas,” ujarnya dalam FGD bertema “Penguatan Ekonomi Kreatif sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Daerah” di Kota Semarang.

Potensi tersebut tercermin dari kinerja ekspor ekonomi kreatif Jawa Tengah. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, Jateng menjadi provinsi dengan nilai ekspor ekraf terbesar kedua secara nasional, dengan nilai sekitar Rp53 triliun pada semester I 2025.

Baca juga:  Viral Mahasiswa Baru Wajib Daftar Pinjol, Rektor UIN Raden Mas Said Perintahkan Batal

Menurut Heri, capaian ekspor tersebut menunjukkan produk kreatif Jawa Tengah memiliki daya saing di pasar internasional. Kondisi itu perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Kalau ekspor kita sudah besar, berarti produk kreatif Jawa Tengah memiliki kualitas dan daya saing. Tantangannya sekarang bagaimana pelaku ekraf tidak hanya menjual produk, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar,” katanya.

Dari sisi investasi, sektor ekonomi kreatif Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan positif. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Jateng menjadi provinsi dengan investasi sektor ekraf terbesar ketiga secara nasional, dengan nilai mencapai Rp11,45 triliun pada semester I 2025.

Heri mendorong investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekraf, mulai dari pengembangan kapasitas produksi, teknologi, pemasaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga:  Sahur Bersama yang Mengetuk Langit: Sinta Nuriyah, Doa Kaum Duafa, dan Pesan Kebangsaan dari Temanggung

Ia juga meminta pemerintah memperkuat pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama UMKM dan usaha rintisan yang masih menghadapi kendala permodalan, legalitas, sertifikasi, serta akses pasar.

 

“Jangan sampai pelaku ekraf hanya dibantu dalam bentuk pelatihan. Mereka juga harus dibantu membuka akses pasar, pembiayaan, sertifikasi, sampai jejaring dengan investor. Dengan begitu, usaha mereka benar-benar bisa tumbuh,” ujarnya.

Heri berharap kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, perguruan tinggi, dan dunia industri dapat memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif nasional.

“Kita punya kreativitas anak muda, kekayaan budaya, produk lokal, dan pasar yang besar. Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru Jawa Tengah,” pungkasnya. (sgt)


TERKINI

Rekomendasi

...