JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Upaya meningkatkan daya saing UMKM kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun kedua, tim pengabdian Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan program “Pemberdayaan UMKM Kopi Muria melalui Inovasi Teknologi Berbasis Ekonomi Hijau dan Sirkular untuk Penguatan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Kudus”. Kegiatan ini melibatkan dua mitra UMKM kopi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yaitu Kopi Kunci dan Joesoen Coffee.
Pelaksanaan tahun kedua difokuskan pada penguatan produksi, pemasaran, dan manajemen usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing mitra. Pendampingan dilakukan agar kedua UMKM mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memiliki pengelolaan usaha yang semakin baik.
Pada Kopi Kunci, aspek produksi difokuskan pada pengendalian kualitas pengeringan dengan Flatbed Dryer. Penerapan teknologi ini diarahkan untuk membantu menghasilkan proses pengeringan kopi yang lebih terkendali dan mendukung peningkatan kualitas produk. Flatbed Dryer dilengkapi sistem pemanas, blower, material kontak produk berbahan stainless steel atau food grade, serta sistem pengaturan suhu manual maupun otomatis.
Pada aspek pemasaran, Kopi Kunci mendapatkan pendampingan dalam penyusunan katalog produk untuk visualisasi dan branding produk. Sementara dari sisi manajemen usaha, kegiatan diarahkan pada penerapan sistem pengelolaan pemasaran terpadu, sehingga pemasaran produk dapat dilakukan secara lebih terarah dan terintegrasi.

Sementara itu, Joesoen Coffee mendapatkan penguatan pada aspek produksi melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin sorting kopi. Mesin sorting dirancang untuk membantu proses pemilahan biji kopi berdasarkan ukuran, berat, atau gravitasi dengan material kontak produk stainless steel atau food grade.
Pada aspek pemasaran, Joesoen Coffee diarahkan untuk melakukan optimalisasi marketplace sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran produk, sedangkan dalam aspek manajemen usaha dilakukan penguatan melalui sistem pengelolaan Harga Pokok Produksi (HPP) agar mitra dapat mengetahui biaya produksi secara lebih terukur dan mendukung penentuan harga jual yang tepat.
Ketua tim pengabdian Ir. Shodiq Eko Ariyanto, M.P. menyampaikan bahwa pelaksanaan program diarahkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mitra. Penerapan teknologi, penguatan pemasaran, dan perbaikan manajemen diharapkan dapat membantu UMKM Kopi Muria meningkatkan kualitas dan daya saing usaha secara berkelanjutan.
Program pengabdian ini mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim pengabdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan yang diberikan, serta kepada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus atas dukungan dan kolaborasinya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kopi Kunci dan Joesoen Coffee yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap Kopi Kunci dan Joesoen Coffee mampu meningkatkan kualitas produksi, memperkuat branding dan pemasaran, serta meningkatkan pengelolaan usaha. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan yang berkelanjutan, Kopi Muria diharapkan mampu terus berkembang, meningkatkan daya saing, dan semakin memperkuat posisinya sebagai produk unggulan Kabupaten Kudus.









