HM Pelita UNS Sulap Singkong Petung Jadi MOCAF Bernilai Tinggi


JATENGPOS.CO.ID,  KARANGANYAR – Himpunan Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (HM Pelita) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) GRIKARSA Healthy Edibles di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.

Berlangsung sejak Selasa (2/6/2026) hingga Kamis (3/9/2026), program dukungan Belmawa Kemendiktisaintek ini berfokus memajukan perekonomian desa lewat hilirisasi singkong menjadi tepung Modified Cassava Flour (MOCAF). Tak sekadar menggelar pelatihan, tim mahasiswa turut membangun ekosistem usaha terpadu guna memastikan keberlanjutan ekonomi warga setempat.

Inisiatif diawali dengan pemetaan potensi desa, survei lapangan, sosialisasi, hingga koordinasi intensif bersama dosen pembimbing, Bina Desa Center UNS, dan Belmawa Kemendiktisaintek. Tim juga melalukan uji laboratorium terhadap tepung MOCAF untuk memastikan standar mutu produk sebelum diproduksi secara massal oleh masyarakat.

Guna menopang operasional secara berkelanjutan, tim PPKO HM Pelita bersama warga mendirikan Rumah Produksi Grikarsa sekaligus membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Subadhi. Kelompok usaha ini dibekali serangkaian pelatihan intensif, mulai dari teknik pengolahan tepung MOCAF hingga pembuatan aneka produk olahan turunan yang bernilai jual lebih tinggi.

Baca juga:  Peringatan Sumpah Pemuda, PKS Muda Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Ungaran

Penguatan jejaring juga menjadi fokus utama. Tim merangkul berbagai pemangku kepentingan melalui audiensi bersama Dinas Kesehatan; Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi, ESDM; Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan; BAZNAS Kabupaten Karanganyar; Pemerintah Kecamatan Jatiyoso; serta jejaring mitra bisnis. Sinergi lintas sektor ini memperkuat legalitas, standar keamanan pangan, hingga akses pasar produk MOCAF asal Desa Petung.

Langkah pendampingan berlanjut pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), visitasi halal, komersialisasi produk oleh KUB Subadhi, hingga promosi lewat ajang Expo Jlantah Fair dan Jlantah Run. Melalui berbagai kegiatan tersebut, warga mulai terbiasa mengelola produksi sekaligus memasarkan produk unggulan mereka ke cakupan pasar yang lebih luas.

Ketua Umum HM Pelita FP UNS, Mq Irfani Alhaj, menegaskan bahwa Program GRIKARSA Healthy Edibles dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian warga.

Baca juga:  25 Hektar Pertanian Kalijirak Terancam Gagal Panen

“Rumah Produksi Grikarsa dan KUB Subadhi kami harapkan menjadi pusat pengembangan produk MOCAF yang terus tumbuh di Desa Petung. Lewat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha, kami optimistis potensi singkong lokal mampu menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan resmi ditutup melalui peresmian Rumah Produksi Grikarsa pada Kamis (3/9/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FP UNS, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si., perangkat desa, serta para mitra pendukung.
Bangunan rumah produksi tersebut diserahterimakan secara resmi kepada KUB Subadhi untuk dikelola secara mandiri oleh warga.

Peresmian ini menandai keberhasilan model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang berorientasi jangka panjang. HM Pelita UNS berharap keberadaan Rumah Produksi Grikarsa dan KUB Subadhi terus menjadi motor penggerak peningkatan nilai tambah komoditas singkong, membuka peluang kerja baru, serta memperkokoh kemandirian ekonomi Desa Petung. (dea/bis)


TERKINI

Rekomendasi

...