JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Dr. Utami Puji Lestari memiliki kesan yang begitu mendalam saat menempuh studi doktornya di program studi Doktor Ilmu Akutansi ( DIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEB) UKSW. Ia menyandang gelar doktor tepat waktu sesuai target dari kampus yaitu dalam tiga tahun.
“ Hal ini tak lepas dari bimbingan dan suport dari para promotor yang sangat komunikatif. Ketika saya bertanya via whatshap langsung dijawab dengan cepat. Pintunya juga selalu terbuka untuk konsultasi langsung. Bahkan ada promotor yang selalu menghubungi untuk menanyakan progres dari desertasi saya, sehingga membuat saya terus termotivasi,” kata Dr Utami saat menyampaikan kesan dan pesan di acara yudisium program doctor ilmu akutansi FEB UKSW, Senin sore ( 7/9/2026).
Diakuinya, para pengampu dan promotor di program doktor FEB UKSW juga sangat profesional dan egaliter, yang mana tidak pernah korupsi waktu serta memberikan bimbingan yang saling mendukung, sehingga tidak membingungkan.” Semisal ketika masuk atau pertemuan jam 7, ya jam 7 tepat dimulai, selesainya juga sesuai jam akhir, bahkan bisa sampai lebih karena asyik. Para promotornya juga sejalan, sehingga saya tidak bingung. Sedangkan kesan egaliter saya, para promotor ramah-ramah, terbuka dan juga memposisikan sebagai ‘teman’,” kata Dr Utami Puji dosen di Institut Teknologi dan Bisnis ( ITB Semarang) ini.
Hal senada diungkapkan oleh Dr. Indra Arifin Djashan, yang juga meraih gelar doktor ilmu akutansi tepat tiga tahun di acara yudisium program doctor ilmu akutansi FEB UKSW, Senin siang ( 7/9/2026). Mahasiswa asal Kota Jakarta ini mengaku sangat terskesan dengan para pengajar dan promotor di program doctor ilmu akutansi ini.” Saya kan tinggal di Jakarta, awal-awal perkuliahan tatap muka, para pengajar dan promotor selalu memberikan suport. Para promotor sangat komunikatif sehingga memudahkan saya yang tinggal di Jakarta ini,” kata Dr Indra pengajar di Universitas Trisaksi Jakarta ini.
Sementara, Wakil Rektor UKSW Priyo Hari Adi SE MSi PhD Ak mengapresiasi keberhasilan Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) karena mampu melaksanakan target kelulusan dalam tiga tahun.
”Sejak awal Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dirancang tidak menerima mahasiswa dalam jumlah yang banyak. Maksimum lima atau enam mahasiswa doktoral saja dalam setiap angkatan. Dengan jumlah tersebut maka bimbingan yang diberikan setiap angkatan akan lebih intens dan maksimal,” kata Wakil Rektor UKSW Priyo Hari Adi, saat memimpin sidang yudisium mahasiswa Program DIA FEB, Senin (7/9) sore.
Dijelaskannya, mahasiswa Program DIA FEB UKSW memang dirancang bisa selesai dalam 3 tahun. Setiap angkatan tidak perlu banyak mahasiswa, sehingga proses bimbingan bisa dilaksanakan bersama-sama dan maksimal. ”Kami bangga karena dari empat mahasiswa angkatan pertama (2023), tepat tahun ini sudah ada tiga yang dinyatakan berhak meraih gelar doktor. Sebelum akhir tahun, seorang mahasiswa lagi bisa segera yudisium,” kata Priyo Hari Adi.
Sementara itu, Ketua Program Studi DIA FEB Prof Dr Theresia Woro Damayanti SE MSi Akt mengatakan, untuk empat mahasiswa angkatan pertama program DIA Feb UKSW sudah rampung semua.” Masih satu mahasiswa, tapi tinggal nunggu yudisium. Selanjutnya tahun depan mempersiapkan penyelesaian angkatan kedua,” katanya sembari menambahkan program DIA FEB UKSW menjadi pilihan mahasiswa yang konsern pada program akuntansi untuk mengikuti pendidikan doktor akuntansi.
Diketahui dua mahasiswa Program Studi DIA FEB yang mengikuti yudisium, yakni Dr Utami Puji Lestari (dosen Institut Teknologi dan Bisnis/ITB Semarang) dan Dr Indra Arifin Djashan (dosen STIE Trisakti Jakarta). Judul disertasi Dr Utami Puji Lestari yakni ”Managerial Overconfidence, Corporate Governance, dan Dinamika Manajemen Laba Riil”. Sedangkan judul disertasi Dr Indra Arifin Djashan, yakni Top Manager Diversity dan Audit Lingkungan : Perspektif Status Quo Bias”.(deb)








