JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Arus perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan signifikan secara tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat sebanyak 13,79 juta perjalanan wisnus datang ke Jawa Tengah pada Agustus 2026.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A. mengatakan, jumlah tersebut meningkat 25,80 persen dibandingkan Agustus 2025. Namun, secara bulanan perjalanan wisnus justru turun 4,16 persen dibandingkan Juli 2026.
“Pada Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Jawa Tengah mencapai 13,79 juta perjalanan. Angka ini turun 4,16 persen dibandingkan Juli, tetapi meningkat 25,80 persen dibandingkan Agustus 2025,” kata Ali Said.
Menurutnya, tingginya pertumbuhan secara tahunan menunjukkan aktivitas perjalanan wisata domestik ke Jawa Tengah masih memiliki daya tarik yang kuat. Pergerakan wisatawan tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan jasa.
Namun, peningkatan jumlah perjalanan wisatawan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah pada Agustus 2026 hanya mencapai 34,57 persen.
“TPK hotel di Jawa Tengah pada Agustus sebesar 34,57 persen, turun 1,26 poin dibandingkan Juli 2026. Namun jika dibandingkan dengan Agustus tahun sebelumnya, TPK masih mengalami peningkatan 2,49 poin,” jelasnya.
Data tersebut memperlihatkan adanya koreksi aktivitas akomodasi secara bulanan di tengah pertumbuhan perjalanan wisatawan secara tahunan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sektor pariwisata untuk tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja selama berada di Jawa Tengah.
Dari sisi transportasi, aktivitas perjalanan melalui udara juga masih menunjukkan pertumbuhan pada angkutan domestik. Jumlah penumpang domestik untuk keberangkatan pada Agustus 2026 meningkat 4,41 persen dibandingkan Juli, sedangkan penumpang domestik untuk kedatangan naik 8,59 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara internasional untuk keberangkatan mengalami penurunan 3,32 persen, dari 6.845 penumpang pada Juli menjadi 6.618 penumpang pada Agustus 2026. BPS mengaitkan penurunan tersebut antara lain dengan berakhirnya masa libur sekolah.
Ali Said menambahkan, perkembangan jumlah perjalanan wisatawan perlu dibaca bersama dengan indikator akomodasi dan transportasi untuk melihat gambaran aktivitas pariwisata secara lebih utuh. Dengan demikian, pertumbuhan kunjungan dapat diarahkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
“Pergerakan wisatawan, tingkat hunian hotel, dan transportasi merupakan bagian yang saling berkaitan dalam melihat perkembangan aktivitas pariwisata di Jawa Tengah,” tandasnya.
Bagi Jawa Tengah, pertumbuhan 25,80 persen perjalanan wisnus secara tahunan menjadi peluang untuk memperkuat sektor pariwisata. Tantangannya adalah mengoptimalkan kunjungan tersebut menjadi peningkatan lama tinggal, okupansi hotel, serta perputaran ekonomi di destinasi wisata dan daerah sekitarnya.(aln)




