GBL Menggunakan Papan Permainan Ular Tangga Tingkatkan Hasil Belajar Bilangan Bulat


JATENGPOS.CO.ID-Pembelajaran Matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat masih rendah. Hal tersebut terjadi pada pembelajaran di kelas V MIN 1 Purworejo. Awalnya, peserta didik masih belum memahami operasi hitung bilangan bulat. Misalnya pada operasi penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan bilangan bulat negatif. Ternyata nilai cenderung menurun di penilaian harian 1 dengan rata-rata hanya 63 dari nilai ketuntasan minimal yaitu 75. Apa pasalnya? Banyak faktor yang membuat peserta didik belum memahami materi operasi hitung bilangan bulat antara lain pola pembelajaran guru yang konvensional. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dan mendorong Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yaitu mnggunakan pendekatan Game Based Learning (GBL) melalui media Papan Permainan Ular Tangga yang menghadirkan pengalaman belajar menyenangkan sekaligus bermakna.

Pembelajaran operasi bilangan bulat merupakan bagian yang penting dan mendasar dalam matematika di sekolah dasar. Menurut Drajat dan Ismadi (2008:37) bilangan bulat merupakan kumpulan bilangan yang bernilai nol, positif, dan negatif. Himpunan dari bilangan bulat adalah {…,-3,-2,-1,0,1,2,3,…}. Menurut David Glover (dalam Anggraheni, 2010:29) bilangan bulat memiliki kata lain, yaitu integer yang memliki pengertian bilangan yang memiliki nilai negatif, positif, dan nol. Berdasarkan paparan penjelasan di atas, bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari semua himpunan bilangan cacah dan himpunan bilangan negatif. Materi operasi hitung bilangan bulat merupakan materi yang bersifat abstrak. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang membuat peserta didik lebih paham, aktif dan termotivasi terhadap pembelajaran yaitu dengan pendekatan Game-Based Learning (GBL) melalui media Papan Permainan Ular Tangga.

Baca juga:  Pelantikan 21 Paslon Terpilih Pilkada Dilakukan Secara Daring dan Luring

Game Based Learning (GBL) merupakan pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan prinsip, elemen, dan mekanisme permainan ke dalam kegiatan instruksional untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Gee, 2007). Menurut Plass, Homer, dan Kinzer (2015), GBL menciptakan lingkungan belajar yang responsif, di mana peserta didik dapat berinteraksi aktif dengan materi pelajaran melalui tantangan, aturan, dan umpan balik yang instan. Media pembelajaran merupakan alat bantu visual dan manipulatif yang berfungsi menjembatani materi abstrak agar lebih mudah dipahami (Sadiman dkk., 2012). Ular tangga adalah permainan papan tradisional yang diadaptasi menjadi media instruksional matematika untuk menanamkan konsep garis bilangan. Menurut Piaget dalam teori perkembangan kognitif, peserta didik usia sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (7–12 tahun) berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, peserta didik memerlukan manipulasi objek nyata untuk memahami konsep matematis yang bersifat abstrak, seperti bilangan bulat negatif.

Langkah-langkah pembelajaran meliputi Persiapan & Pengorganisasian Kelas. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil heterogen (3–4 siswa) dan membagikan set media berupa papan ular tangga bilangan bulat, pion, dua jenis dadu (dadu angka dan dadu tanda) serta lembar catatan perhitungan. Guru menjelaskan aturan dasar bahwa semua pion memulai dari titik nol. Dadu angka menentukan jumlah langkah, serta dadu tanda menentukan arah pergerakan (tanda + melangkah maju/ke kanan dan tanda – melangkah mundur/ke kiri). Tahap Pelaksanaan Permainan peserta didik bermain secara bergantian dengan mengocok kedua dadu secara bersamaan. Sebelum memindahkan pion, pemain wajib menuliskan kalimat matematikanya pada lembar catatan. Anggota kelompok bertindak sebagai penilai untuk memverifikasi kebenaran hitungan sebelum pion diizinkan pindah ke petak baru. Tahap Refleksi & Generalisasi Konsep Guru menghentikan permainan dan mengambil beberapa contoh situasi pergerakan pion di papan permainan untuk didiskusikan secara klasikal. Melalui pertanyaan pemantik dari guru, peserta didik diajak merefleksikan alasan matematis di balik pergerakan pion, lalu merumuskan sendiri prinsip dasar operasi hitung bilangan bulat berdasarkan pengalaman konkret yang dirasakan selama bermain.

Baca juga:  Pemprov Jateng Berangkatkan Sukarelawan dan Logistik Bantu Korban Gempa Sulawesi Barat

Pendekatan Game-Based Learning (GBL) melalui media Papan Permainan Ular Tangga sangat menarik digunakan, dapat mengembangkan sikap tanggung jawab, kerjasama dalam kelompok, membangun kemandirian dan percaya diri. Setelah selesai pembelajaran menggunakan pendekatan ini dilakukan ulangan harian. Hasilnya lebih dari 86% peserta didik memperoleh nilai diatas KKM (75). Nilai rata-rata peserta didik kelas V MIN 1 Purworejo adalah 80.

Dari hasil pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Game-Based Learning (GBL) melalui media Papan Permainan Ular Tangga pada materi bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Terutama peserta didik kelas V MIN 1 Purworejo. Terbukti dari hasil ulangan harian yang diperoleh peserta didik meningkat.

Etik Wahyuningsih, S.Pd

Guru Kelas MIN 1 Purworejo


TERKINI

Rekomendasi

...