JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih Juara 1 kategori Search and Rescue Robot (SAR) dalam kompetisi UNLIMITED 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP), belum lama ini.
Prestasi ini diraih melalui ALCEO, robot berkaki enam yang mampu bergerak secara otonom dan melewati berbagai rintangan.
Tim Legacy R2C UKSW terdiri atas lima mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK), yakni Carollus Tirta Putra Agni, Christopher Dionisius Utomo, Christiano Vincent Santoso, Muhammad Fikri Rasyid Setiawan, dan Hegar Novan Auliya Rachmat.
Salah satu anggota tim, Muhammad Fikri Rasyid Setiawan, menjelaskan ALCEO dirancang dengan beberapa mode gerak untuk menghadapi berbagai medan. Mode tinggi digunakan untuk melewati kelereng dan puing, mode rendah menjaga kestabilan di jalan miring, sedangkan mode khusus membantu robot menaiki tangga.
“Robot memiliki beberapa profile mode berbeda sesuai kebutuhan rintangan. Selain itu, kami mengembangkan algoritma untuk melewati arena secara autonomous dengan lancar,” jelas Fikri.
Pengembangan robot dilakukan melalui riset dan pengujian berulang. Tim menghadapi tantangan dalam menentukan desain kaki dan algoritma gerak, terutama saat melewati tangga. Perbaikan dilakukan melalui kalibrasi, modifikasi desain kaki, dan penyesuaian program.
ALCEO juga dilengkapi teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR), Inertial Measurement Unit (IMU), serta sistem machine learning YOLO untuk membantu navigasi dan membedakan objek korban dengan boneka simulasi (dummy).
Dosen pembimbing, Ir. Maria Enggar Santika, M.T., mengapresiasi kerja keras tim. Menurutnya, Legacy R2C menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyelesaikan tantangan dalam kompetisi tersebut.
“Yang ingin saya highlight bukan hanya hasil robotnya, tetapi bagaimana anak-anak ini bisa berjuang dalam keterbatasan hingga mampu mencapai hasil seperti ini,” ujarnya.
Maria Enggar menegaskan, kompetisi menjadi sarana mahasiswa mengasah kemampuan teknis, riset, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Proses pengembangan robot dinilai sama pentingnya dengan prestasi yang diraih.
Lebih jauh, ALCEO berpotensi dikembangkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana, khususnya di area berbahaya bagi manusia. Pengembangan lanjutan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan robot dalam mendeteksi kondisi lingkungan dan menemukan korban.
Hegar berharap inovasi tersebut dapat diwujudkan untuk membantu penanganan bencana. “Harapan saya, konsep dan ide yang tim Legacy R2C bawakan bisa diimplementasikan dan direalisasikan untuk membantu menangani korban pascabencana sehingga mengurangi angka kematian akibat penanganan yang kurang cepat,” kata Hegar mahasiswa tim Legacy R2C UKSW ini.
Prestasi ini didukung pendampingan dosen, fakultas, dan pimpinan UKSW. Pengembangan ALCEO sejalan dengan semangat UKSW Berdampak dalam menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung SDGs, khususnya pendidikan berkualitas, inovasi dan infrastruktur, serta kemitraan. ( deb)







