Beranda Edukasi Jawa Tengah Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di 7 Sekolah

Jawa Tengah Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di 7 Sekolah

17

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19 di tujuh sekolah.

“Tujuh sekolah di Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Temanggung itu melaksanakan simulasi selama dua minggu, setelah itu kita evaluasi hasilnya seperti apa,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Padmaningrum di Semarang, Senin.

Sekolah yang melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka meliputi SMAN 2, SMKN 2, dan SMA Pius di Kota Tegal, SMAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung di Temanggung, serta SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo.

Padmaningrum menjelaskan, di masing-masing sekolah simulasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka hanya diikuti oleh 100 pelajar saja, pelajar yang lain tetap harus mengikuti pembelajaran dari jarak jauh via daring.

“Kalau melihat langsung hari ini, sekolah sudah bagus dengan penerapan protokol kesehatannya,” katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak boleh menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua siswa.

“Harus tetap bahagia jangan ada beban, rapi harus menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala SMA Pius Lidwina saat dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa sekolah sudah bersiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sejak tahun ajaran baru.

“Sarana dan prasarana sudah kami siapkan sejak tahun ajaran baru. Mulai ruangan siswa, guru, ruang isolasi, dan sarana dan prasarana seperti cuci tangan, hand sanitizer, juga alat cek suhu tubuh,” ujarnya.

Sesuai ketentuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ia menjelaskan, simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan diikuti oleh 100 pelajar mulai dari pukul 07.00 sampai 11.00 WIB.

“Kantin sekolah tutup. Kami juga kerja sama dengan kelurahan dan pihak terkait untuk mengontrol pedagang yang ada di luar sekolah. Siswa pulang-pergi hanya untuk mereka yang diantar pakai kendaraan pribadi atau bawa (kendaraan) sendiri dan jalan kaki,” katanya. (fid/ant)