Jelang 2024, Koalisi Parpol Pengusung Juliyatmono-Rober Christanto Diminta Tetap Solid

Simulasi pencoblosan Juliyatmono-Rober saat Pilkada 2018. Foto : Yasin/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Jelang tahun politik 2024 suhu politik ditubuh partai koalisi parpol penghusung Juliyatmono-Rober Christanto di Pilkada Karanganyar tahun 2018 mulai menghangat. Pasalnya Ketua Partai Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani meminta koalisi tetap solid dan menjaga komitmen.

Usut punya usut, hal itu terlontar lantaran maraknya saran, kritik, dan masukan pada pemerintah daerah yang mencuat dari meja paripurna DPRD Karanganyar yang notabene berasal dari fraksi partai koalisi.

Ilyas menilai kondisi koalisi saat ini perlu diingatkan kembali terkait komitmen bersama khususnya fraksi partai koalisi di DPRD Karanganyar dalam pengawalan kebijakan untuk mensukseskan program dan visi misi Bupati dan wakil Bupati.

“Koalisi bukan hanya saat pencalonan. Namun parpol koalisi harus terus mengamankan kebijakan pasangan yang diusungnya sampai masa jabatan berakhir. Ini yang namanya etika politik,” kata Ilyas Akbar Almadani kepada wartawan usai halal bi halal di kantor Golkar Karanganyar beberapa waktu lalu.

Tujuh parpol pengusung Juliyatmono-Rober Christanto adalah Partai Golkar, PDIP, PPP, PAN, Partai Hanura, Partai Demokrat dan PKB. Ilyas mengatakan, setidaknya soliditas itu tetap terjaga sampai masa jabatan bupati wakil bupati Karanganyar berakhir di November 2023. Etika politik itu seperti mendukung kebijakan yang tertuang di RPJMD 2018-2023.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Karanganyar, Bagus Selo menjelaskan, komitmen dalam koalisi tetap dijaga dan dipertahankan hingga akhir pemerintahan Juliyatmono-Rober. Menurut Ketua DPRD Karanganyar itu, kondisi parpol koalisi penghusung Juliyatmono-Rober Christanto saat ini dalam kondisi baik. Bahkan ia berpandangan partai yang tak koalisi pun juga baik.

“Menurut saya koalisi saat ini sudah baik, bahkan yang tak koalisi pun juga baik,” ujarnya.

Meski berkoalisi, tugas DPRD untuk memberikan masukan dan saran agar program jadi lebih baik lagi dan lebih disempurnakan itu dibutuhkan. Masukan dan saran juga terkait kebijakan mana yang perlu pembenahan dan diutamakan sesuai skala prioritas. Hal itu, ditegaskan Bagus Selo tak menyalahi etika koalisi politik.

“Kita komitmen mengawal dan harus menyelesaikan koalisi hingga tahun 2023. Sejauh ini kritik saran dan masukan itu merupakan saran yang membangun. Tak semua kebijakan itu kita benarkan, jika ada hal yang perlu diperkuat dan didorong agar pemerintahan berjalan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Senada Ketua DPC PKB Karanganyar, Sulaiman Rasjid juga menilai kondisi parpol koalisi sejauh ini juga baik. “Saya kira semua masih tetap menjaga komitmen bersama dalam koalisi. Koalisi kan tak hanya sepakat dan setuju lalu tepuk tangan, kritik, saran dan masukan yang membangun untuk kebaikan bersama juga diperlukan,” terangnya.

Ketua Partai Demokrat Karanganyar, Tri Hariyadi juga sepakat untuk menjaga komitmen hingga akhir periode. Ia menilai, Partai Golkar sebagai partai komandan koalisi mengingatkan kepada mitra koalisi untuk sejalan dengan program pemerintah dan memberikan kritik yang konstruktif itu bagus.

“Ya kita amini apa yang menjadi keinginan dan harapan Partai Golkar. Sebab wajib bagi Golkar untuk mengingatkan dan memberikan ruang komunikasi yang baik dan efektif kepada partai mitra koalisi,” tandasnya. (yas)