Jelang Natal Gereja di Salatiga Disterilkan

Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi saat menyematkan tanda operasi Lilin Candi 2022 ke anggota. ( foto : dekan/jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Polres Salatiga melakukan pengecekkan dan  sterilisasi gereja-geraja di Salatiga untuk memastikan keamanan sebelum digunakan untuk beribadah Natal.

Petugas juga menempatkan personil di pos pengamanan  dan pos pelayanan serta patroli rutin untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

“ Kami berharap dengan kegiatan ini ( pengamanan)  yang ibadah natal sebelum tanggal 25 Desember, atau saat hari Natal dan juga pergantian tahun merasa nyaman,” ujar Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2022 di lapangan Polres setempat, Kamis (22/12).

Kapolres juga akan menurunkan tim roa dua yang akan melakukan pengamanan pada saat Natal dan Tahun Baru.” Kita melakukan pengamanan menyeluruh, kurang lebih ada 99 gereja di Salatiga,” jelasnya.

Pihak kepolisian dan juga TNI akan melakukan ploting personil bersama  masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi aman dan kondusif di Salatiga.

Sementara, Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi yang memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2022 mengatakan, meski pandemi Covid-19 sudah terkendali dengan baik, namun perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 tetap harus mamatuhi protokol kesehatan.

“ Laju penyebaran Covid-19 di Indonesia sudah terkendali, sehingga pemerintah memberikan pelonggaran berbagai aktifitas masyarakat termasuk  perayaan Natal dan Tahun Baru dengan menetapkan seluruh wilayah berada pada PPKM Level 1,” ujar Pj Walikota Salatiga Drs. Sinoeng Noegroho Rachmadi didampingi Kapolres Salatiga saat memimpin  apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2022 di lapangan Polres Salatiga, Kamis (22/12).

Sinoeng mengatakan, Nataru menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia dengan kegiatan beribadah, berkumpul dan bersuka cita bersama keluarga serta merayakan pergantian tahun di berbagai lokasi.” Hal ini tentunya akan meningkatkan mobilitas dan aktifitas masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas, sehingga perlu langkah antisipasi,” kata Sinoeng membacakan amanat dari  Kapolri. (deb)