Beranda Semarang Jelang Ruwatan Nagari, Keraton Kawitan Gelar Budaya Segara Gunung

Jelang Ruwatan Nagari, Keraton Kawitan Gelar Budaya Segara Gunung

435
Pemangku Keraton Kawitan Amarta Bumi, Sri Prabu Anglung Punto Joyonegoro Cokrobuwono Girinoto (kanan) memberi keterangan kepada wartawan, Kamis (14/12).

JATENGPOS.CO.ID. KENDAL- Keraton Kawitan Amarta Bumi Jl Sunan Katon 99 Margosari, Limbangan Kendal, akan menggelar Budaya Segara Gunung V pada tanggal 17-18 Desember 2017 besok. Gelar budaya rutin setahun sekali yang sudah memasuki tahun kelima ini akan mengetengahkan berbagai lomba kesenian tradisional.

Pemangku Keraton Kawitan Amarta Bumi, Sri Prabu Anglung Punto Joyonegoro Cokrobuwono Girinoto mengatakan ada 4 macam kesenian yang akan dilombakan, yakni lomba Macapat dan Geguritan, panahan tradisonal, dalang cilik, dan lomba tari rakyat (jathilan).

“Pada hari Minggu 17 Desember kita akan menggelar sekaligus tiga jenis kesenian tradisional, macapat, panahan, dan dalang cilik. Saat ini peserta yang mendaftar sudah banyak bahkan lebih dari jumlah peserta yang kita batasi, terutama lomba panahan sudah 80 orang yang mendaftar,” ujar Sri Prabu kepada Jateng Pos, Kamis (14/12) di pendapa Pakuwon Keraton Kawitan yang juga tempat wisata Omah Kampoeng Djawa Sekatul, Margosari, Limbangan, Kendal.

Antusias peserta begitu banyak karena kegiatan tahunan ini sudah banyak yang menunggu. Para peserta ingin terlibat dari gelaran yang bertujuan untuk nguri-uri budaya adi luhung Jawa ini. Tahun ini pun kegiatan digelar selama dua hari untuk dapat mewadahi para seniman tradisional.

“Pada hari Senin 18 Desember merupakan acara puncak kita menggelar lomba tari rakyat. Sudah ada 25 group kesenian yang mendaftar. Sebenarnya masih banyak yang ingin mendaftar, namun kita tutup karena jika semua kita terima acaranya bisa sampai malam belum selesai,” papar Sri Prabu.

Disebutkan, setiap lomba akan digelar mulai jam 09.00 sampai jam 16.00 di Alun-alun Keraton Kawitan atau parkiran Omah Kampoeng Djawa Sekatul.

“Masyarakat yang ingin menyaksikan silahkan datang, dan gratis. Melalui kegiatan ini kita ingin mengajak kesadaran masyarakat untuk mencintai dan melestarian budaya kita sendiri,” jelasnya.

Gelar Budaya Segara Gunung ini, lanjut Sri Prabu sekaligus sebagai pembuka prosesi kegiatan ritual akbar yakni Ruwatan Nagari (Sudamala) dengan tema Gedongsongo Royal Culture yang akan diadakan di Candi Gedongsongo, Bandungan Kabupaten Semarang tanggal 22-24 Desember mendatang.

“Rawatan Nagari bertujuan untuk mendoakan dan membersihkan negara yang saat ini banyak sekali gangguan (memolo, red), seperti banyak pejabat korupsi dan pimpinan yang tidak bijak. Ruwatan akan diikuti para raja se-Nusantara. Kita akan ritual dan berdoa bersama untuk kemakmuran dan kejayaan bangsa,” tandasnya. (muz/biz)