Juwahyuni Bersyukur, Biaya Operasi Jantung Bocor Anaknya Dijamin JKN

Juwahyuni (47) warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus.

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS -Rasa syukur yang tak terkira dirasakan oleh Juwahyuni (47) warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Menyusul saat sekarang dapat melihat sang putri, Anisa Adhawiyah (9) tumbuh dengan sehat. Mengingat di usia 6 tahun, harus menjalani operasi karena jantungnya bocor

Ditemui saat kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Costumer, Juwahyuni menceritakan pada saat kehamilan, Ia rutin melakukan kontrol ke dokter. Janin yang dikandung kondisinya sehat dan tidak ditemukan adanya kelainan. Namun pada saat kelahirannya, Anisa menderita jantung bocor.

‘’Di tahun 2014 saya melahirkan anak ke enam. Semenjak hamil saya rutin kontrol ke dokter dan hasilnya sehat, tidak terdeteksi adanya jantung bocor. Pada saat lahir, tangis Anisa lirih sekali. Dan setelah diperiksa oleh dokter dinyatakan anak saya mengalami kebocoran jantung,” ujar Juwahyuni.

Juwahyuni rutin mendampingi sang putri melakukan pengobatan setiap bulan sejak lahir hingga usia 6 tahun. Dikarenakan berat badanya yang semakin menurun, sang putri diharuskan mengkonsumsi susu infantrini untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan dan untuk kekebalan tubuhnya.

“Anak saya harus rutin berobat setiap bulan. Berat badannya sampai turun dari lahir itu 4 kg, usia 3 bulan turun menjadi 2,5 kg. Karena berat badannya yang semakin turun, dokter meminta untuk menaikan kalorinya lewat susu infantrini sebanyak 25 botol dalam jangka waktu 24 jam. Padahal susu itu sangat mahal, sedangkan kondisi keuangan saat itu belum mencukupi sehingga saya hanya bisa memberikan 10 botol saja sehari semalam. Jadi kurang dari yang ditargetkan dan kondisinya lemas tidak seperti anak lainnya,” terang Juwahyuni.

Setelah usianya menginjak 6 tahun dan dinyatakan memenuhi syarat untuk operasi, Anisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap yaitu Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang.

“Saya mendapatkan rujukan untuk operasi ke Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang, disana anak saya langsung ditangani dengan baik. Tapi sebelum operasi bedah jantung, Anisa harus operasi cabut gigi terlebih dahulu, kata dokter ini termasuk syaratnya. Sebelumnya jantung anak saya ibarat pompa karena bocor jadi tidak berfungsi dengan normal, tapi setelah operasi alhamdulillah dokter menyatakan jantungnya kini telah normal dan sekarang anaknya sangat sehat, aktif dan berat badannya naik,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan pelayanan yang diterimanya sangat baik. Tidak ada pembedaan antar pasien. Juwahyuni juga mengapresiasi atas pelayanan saat ini yang lebih mudah hanya dengan menunjukan KTP sudah dapat dilayani.

“Mulai dari faskes pertama kemudian diberikan surat rujukan untuk kontrol ke rumah sakit semua dilayani dengan baik, tidak ada kendala dan tidak ada pembedaan. Semua sama. Pelayanan juga baik dan cepat, apalagi tadi disampaikan kalau sekarang cukup menunjukan NIK saja bisa dilayani. Berarti sudah ada kemajuan pelayanan yang lebih baik tentunya, tidak perlu banyak kartu,” ujar Juwahyuni.

Juwahyuni dan keluarga merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Peserta Mandiri. Ia sangat bersyukur selama proses pengobatan Anisa tidak mengeluarkan biaya sedikitpun karena telah dijamin program JKN.

“Saya peserta mandiri mba, menanggung diri sendiri, suami dan 7 anak saya. Alhamdulillah saya punya usaha konveksi baju, jadi setiap bulan bisa rutin membayar. Saya sangat bersyukur pengobatan Anisa dijamin sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, dengan bantuan tersebut kini Anisa tumbuh dengan sehat dan aktif. Sebelumnya saya sudah pasrah melihat kondisinya yang lemah dan semakin kecil, tapi saya yakin dan berdoa agar diberikan jalan untuk saya merawat anak saya dan alhamdulillah doa saya terkabul,” ujar Juwahyuni.

Juwahyuni berharap program JKN dapat terus berlanjut, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat terlebih masyarakat yang kurang mampu sehingga dapat menikmati pengobatan layak tanpa harus memikirkan biaya.

“Saya sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan atas program yang luar biasa membantu ini. Harapan saya program ini dapat terus berkelanjutan agar orang-orang yang membutuhkan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” harap Juwahyuni. (dw/en/han)