Kapolda Apresiasi Pelatihan dan Pengembangan UMKM Berbasis Digital Akabri Angkatan 1996

5
PELATIHAN : Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat membuka Pelatihan dan Pengembangan UMKM Berbasis Digital di Hotel Solia Zigna, Laweyan, Selasa siang (14/9). Foto : Putri Wijayanti/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengapresiasi kegiatan pelatihan dan pengembangan UMKM berbasis digital yang digagas alumni Akabri 1996 Bharatasena di Hotel Solia Zigna, Selasa (14/9). Bahkan, ia menyebut kegiatan tersebut patut dicontoh oleh daerah lainnya.

“Ini creative breakthrough bagi usaha kecil menengah. Pelatihan ini adalah trigger (pemicu) yang perlu dicontoh. Saya berharap upaya ini ditiru oleh wilayah lain bahkan nasional ,” ujar Kapolda.

Kapolda menambahkan, dalam masa Pandemi Covid-19 ini, Polri tidak hanya ikut membantu pelaksanaan vaksinasi maupun bakti sosial, namun juga secara langsung ikut terlibat dalam pemulihan ekonomi nasional.

Salah satunya inisiasi sejumlah polsek dengan pemberdayaan ekonomi melalui beternak lele dan menanam sayuran. Selain itu, sejumlah polres juga melakukan kegiatan serupa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.

“Yang terbaru kegiatan pelatihan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini. Menurut saya ini amat diperlukan di masa pandemi ini. Kenapa, digital marketing merupakan hal yang harus dikuasai pelaku ekonomi kecil dan mengenal sebagai penunjang penjualan produknya. Termasuk strategi memasarkan produk di situs penjualan atau market place yang tepat. Singkatnya, ini selaras dengan kebijakan Kapolri tentang pemulihan ekonomi nasional terutama di era pandemi seperti saat ini,” terang Irjen Luthfi.

Di sisi lain, meski angka Covid-19 menurun, namun Kapolda tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dalam menghadapi pandemi. Khususnya dalam hal disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Kami tidak ingin dengan bergeraknya ekonomi masyarakat dibukanya kran usaha berakibat pada longgarnya perhatian masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak selaku ketua panitia mengatakan, pelatihan tersebut diikuti sekitar 210 peserta. Dimana 60 peserta hadir secara langsung dan sekitar 150 peserta mengikuti via streaming.

“Karena masih dalam masa pandemi, maka untuk yang luring kita batasi sesuai dengan prokes. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi pelatihan dari dua marketer digital berpengalaman, Andreas Agung Bawono (digital marketer and trainer) dan BRQ Dias Bahari Adhitama (pembicara Sophee untuk beginner class),” jelasnya.

Setelah pelatihan ini, lanjutnya, UMKM juga akan didampingi hingga bisa berjualan di marketplace digital. “Kita berharap pelatihan ini bisa menjadi modal untuk pelaku UMKM untuk menambah penghasilan dengan melebarkan pemasaran tidak hanya secara offline namun juga secara online,” ucapnya. (jay/rit)