Beranda Jateng Pantura Barat Karpet Merah Buat Para Cukong

Karpet Merah Buat Para Cukong

33
BANGUN BATANG - Bupati Batang H Wihaji bersama puluhan cukong Tiongkok yang siap berinvestasi membangun Kabupaten Batang.
BANGUN BATANG - Bupati Batang H Wihaji bersama puluhan cukong Tiongkok yang siap berinvestasi membangun Kabupaten Batang.

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Para pengusaha Tiongkok berkunjung ke Batang, Jawa Tengah. Sedikitnya ada 52 perwakilan perusahaan dan 59 pengusaha asal Sandong Tiongkok. Mereka diterima Bupati Batang, H Wihaji dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD di Aula Kantor Bupati.

“Mereka tertarik menanamkan modal di Batang,” cetus Bupati H Wihaji usai menerima para pengusaha.

Bupati menjelaskan, Batang memiliki Hutan Tanaman Induatri. Sehingga bahan baku melimpah. Saat ini, sudah ada satu perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Batang dan menghasilkan produk untuk pasar ekspor.

“Kita layani investor dengan kemudahan. Dukungan akses jalan, air bersih, lahan, internet, energi listrik dan tenaga kerja. Kepastian pengelolaan sampah juga jadi daya tarik bagi investor,” tutur Wihaji.

Sejumlah investor dari Tiongkok butuh 300 hektar lahan untuk investasi senilai Rp 1 Triliun.

“Mereka masih penjajagan untuk melihat kemungkinan berinvestasi di Batang,” imbuh Wihaji.

Sebelumnya, saat ikut acara Central Java Investment Business Forum dan Expo (CJIBF) 2019 yang di Jakarta, Bupati Wihaji mengatakan Kabupaten Batang diminati oleh banyak investor besar. Utamanya, sektor manufacture dan industri.

“Acara itu dihelat DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah di Jakarta pada Selasa (5/11). Itu merupakan Temu Bisnis dan Individual Meeting, untuk menarik minat para investor agar berinvestasi di daerah. Tak hanya industri saja yang masuk Batang, kami juga mempersilahkan pengembangan sektor lain,” imbuh Kepala DPMPTSP Batang, Hj Sri Purwoningsih SH.

Dia mencatat, sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan Letter Of Intent (LOI) dengan nilai investasi lebih dari Rp. 2 Triliun. Investor itu juga bakal menyerap tenaga kerja. Pemkab sudah menyiapkan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang 2019-2039, termasuk zona industri.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Ari Yudianto mengungkapkan, lima kecamatan masuk daftar wilayah industri. Yakni Kecamatan Batang, Tulis, Kandeman, Banyuputih, dan Gringsing. Total luasan lahan industri 3.310 hektar.

“Bagi investor yang butuh lahan di atas 50 hektar, kita arahkan ke Kawasan Industri ,” tutur Ari.

Sudah ada dua investor besar yang menunjukkan keseriusannya mendirikan perusahaan di Kawasan Industri, yakni PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW dan PT Intiland.

“PT KIW menunjuk Desa Kenconorejo dan Segayung untuk mendirikan perusahaannya. Sedang PT Intiland akan mendirikan perusahaan di Desa Segayung,” imbuhnya. (didik teguh)