Kegiatan Pokja Kampung KB melalui Program BOKB Kampung KB Desa Geneng

Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB di balai Desa Geneng dihadiri oleh Kabid KB dan KKS Dinpermades P2KB Demak, Maftukhah Kurniawati, SH.MH dengan peserta Pokja Kampung KB ,Poktan dan penyuluh KB

JATENGPOS.CO.ID,  DEMAK – Kampung KB merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di daerah-daerah berada di luar jangkauan pemerintah. Kampung KB sendiri kini menjadi salah satu ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Kadinpermades P2KB Kabupaten Demak Drs. Daryanto, MM melalui Kabid P2PP Sukardjo, SKM, M.Kes menjelaskan bahwa dengan adanya Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau desa melalui program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

“Selanjutnya program KKBPK ini diharapkan mampu mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” ujarnya.

Pengejawantahan program Kampung KB ini kemarin dilakukan BPKB (Balai Penyuluhan Keluarga Berencana) Kecamatan Mijen. Mereka mefalisitasi Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB di balai Desa Geneng. Pertemuan ini sendiri di hadiri oleh Kabid KB dan KKS Dinpermades P2KB Demak, Maftukhah Kurniawati, SH.MH dengan peserta Pokja Kampung KB, Poktan dan penyuluh KB.

Nasruddin Alghiffari SEI selaku Korlap dari Kecamatan Mijen menjelaskan delapan Fungsi Keluarga Pokja Kampung KB yang sudah dilakukan selama ini. Antara lain adalah Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi Pendidikan, Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Pembinaan Lingkungan.

Selanjutnya Kabid KB dan KKS, Maftukhah Kurniawati, SH.MH. menambahkan, bahwa dengan adanya Revitalisasi pengurus kader Pokja ini, diharapkan ada Perubahan dan kedepan mampu meningkatkan potensi Kader SDM, dari 8 Fungsi Keluarga Pokja kampung KB.

“Selanjutnya juga ada peningkatan jumlah peserta KB, terutama KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), menemukan ide ide baru dan berinovasi supaya berkembang dengan baik dan Tri Bina-nya perlu diaktifkan lagi,” pungkasnya.(*)