Beranda Headline Kekeringan Mulai Landa Jateng

Kekeringan Mulai Landa Jateng

294
ilustrasi.

JATENGPOS.CO.ID, BANYUMAS – Satu desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah mengalami kekeringan pada awal musim kemarau tahun 2018, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyumas Prasetyo Budi Widodo.

“Hingga saat ini baru satu desa atau kelurahan yang mengalami kekeringan dan telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Ia menjelaskan pihaknya pada akhir bulan Juni telah dua kali mengirimkan bantuan air bersih masing-masing sebanyak 5.000 liter untuk membantu kebutuhan masyarakat di Kelurahan Sumpiuh.

Akan tetapi hingga saat ini, sebutnya Pemerintah Kelurahan Sumpiuh belum mengajukan kembali permohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui BPBD Banyumas.

“Kami masih menunggu perkembangan, apakah memang kebutuhan air bersih di Kelurahan Sumpiuh sudah tercukupi sehingga tidak membutuhkan bantuan lagi. Kalau belum mencukupi, kami siap menyalurkan bantuan air bersih kembali,” lanjutnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya desa lain yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, Prasetyo menegaskan hingga saat ini baru Kelurahan Sumpiuh yang mengajukan bantuan.

Ia mengaku sempat datang ke salah satu daerah rawan kekeringan, yakni Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, pada awal bulan Juni.

“Kemarin pas pertengahan bulan Puasa (awal bulan Juni, red.), saya ke Pengadegan. Saya tanyakan ke pemerintah desa setempat terkait kemungkinan membutuhkan bantuan air bersih, namun ternyata untuk sementara waktu masih dapat dicukupi dari sumber-sumber air yang ada di Pengadegan,” jelasnya.

Ia mengharapkan musim kemarau tahun 2018 berlangsung normal seperti yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sehingga daerah yang mengalami kekeringan tidak meluas. (drh/ant)