Keluhkan Disparitas Harga, Ini Lho Tuntutan Pertashop

Suasana pembelian di Pertashop Karanganyar.

JATENGPOS.CO.ID,  KARANGANYAR – Sujumlah pengusaha Pertashop mengeluhkan besarnya disparitas harga jual antara pertalite dan pertamax. Sehingga, banyak pembeli yang memilih pertalite dibanding pertamax.

Salah satu pengusaha Pertashop di Karanganyar, Priyono mengungkapkan, kendala yang paling utama bagi pengusaha Pertashop saat ini adalah soal disparitas harga jual antara pertamax dan pertalite, karena perbandingan subsidinya sangat jauh, sehingga konsumen lari ke pertalite.

“Kendala utama bagi kita ya disparitas harga itu. Kita menginginkan selisih harga maksimal 1.000an rupiah saja,” terangnya pada wartawan,kemarin.

Disebutkan dia, untuk saat ini harga Pertamax sekitar 12.800-an. Sedangkan Pertashop ini khusus menjual pertamax atau BBM non subsidi saja. “Kalau jual pertalite juga itu nanti malah biayanya alatnya mahal dan marginnya kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengusaha Pertashop Jateng-DIY, Budi Sadewo menegaskan, kendala pengusaha memang utamanya disparitas harga jual pertalite dan pertamax itu. Idealnya ya seperti dulu selisihnya antara 1.300-1.500 itu. Sehingga pengusaha Pertashop ada untung, pemerintah untung, masyarakat juga tak keberatan. Saat ini di Jateng-DIY sudah sekitar 30 persen pengusaha Pertashop tutup.

Selain itu pihaknya juga meminta Presiden Joko Widodo segera menandatangani revisi perpres 191 tahun 2018. Karena itu harapan untuk mengatur distribusi pertalite. “Kami juga meminta untuk penertiban pertalite yang didistribusikan secara elagal melalui eceran itu. Kasihan sudah banyak Pertashop yang tutup. Kebanyakan juga modalnya dari KUR (Kredit Usaha Rakyat),” tandasnya.(YAS)