Kemenkeu Dorong Penyaluran Kredit UMKM

MUHDI- Kepala Perwakilan Kemenkeu Jateng. FOTO : DOK.HUMAS/ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dalam upaya mendukung dan mendorong program pembiayaan di daerah untuk pelaku UMKM, Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah terus melakukan sinergitas dengan berbagai pihak. Dalam hal ini terutama untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM, sehingga bisa meningkat ke skala usaha yang lebih besar.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jateng, Muhdi mengatakan, sampai dengan 31 Desember 2023 kemarin, realisasi penyaluran kredit program mencapai Rp46,04 triliun yang disalurkan kepada 1,43 juta debitur. Para debitur yang menerima kredit program itu terdiri dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp44,84 triliun, kepada 1,13 juta debitur dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp1,19 triliun kepada 301,52 ribu debitur.

“Berdasarkan wilayah kabupaten/kotanya maka penyaluran terbanyak ada di Kabupaten Pati dengan jumlah debitur mencapai 60.416 debitur. Sedangkan Kota Magelang paling sedikit penyalurannya, dengan 3.129 debitur,” katanya.

Sementara penyaluran UMi terbanyak di Kabupaten Brebes, yang disalurkan kepada 23.726 debitur. Penyaluran UMi terkecil di Kota Salatiga, untuk 572 debitur.

“Terbanyak dari Kabupaten Pati dengan jumlah penyaluran mencapai Rp2,56 triliun, dan yang terkecil ada di Kota Magelang dengan penyaluran Rp136,67 miliar. Sedang untuk UMi yang paling banyak sampai dengan Rp20 juta di Kabupaten Brebes, dengan penyaluran Rp100,41 miliar dan yang terkecil di Kota Salatiga dengan pencapaian Rp2,41 miliar,” ujar Muhdi.

Muhdi menjelaskan, APBN menjadi instrumen dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Yakni, belanja negara diarahkan untuk dapat meningkatkan produktivitas seperti subsidi bunga pembiayaan kredit usaha rakyat dan pembangunan infrastruktur untuk mendorong konektivitas antardaerah.

“Belanja negara juga diarahkan untuk dapat menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai bantuan sosial,” pungkasnya.(aln)