Kenalkan Ekstrakurikuler #Cari Aman

Sekolah Binaan Honda

18
PERHATIAN : Sejumlah siswa SMK Muhamadiyah Bligo Pekalongan saat mengikuti ekstrakurikuler baru di sekolahan.

JATENGPOS.CO.ID,  PEKALONGAN – Pandemi tidak begitu berpengaruh pada semangat pelajar komunitas Keselamatan Sekolah ( KKS ) Binaan safety riding Astra Honda jateng dalam usahanya mensosialisakan pentingnya peduli keselamatan berkendara pada siswa baru. SMK Muhammadiyah Bligo Pekalongan salah satu contohnya, memasukan safety riding sebagai salah satu mata pelajaran extra kurikuler sekolah dengan tujuan selain mendidik pelajar untuk peduli keselamatan berkendara, bisa terampil dalam berkendara juga salah satu tujuan utamanya adalah menciptakan karakter keselamatan.

Berbeda dengan tahun sebelum pandemi, kegiatan ekstra kurikuler selalu ramai di ikuti oleh semua siswa siswi jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor TBSM, Selama pandemi peserta di batasi separuhnya bahkan jika level daerah nya meninggi angka covidnya, kegiatan eskul di jalankan lewat online atau di liburkan.

Program extra kurikuler safety riding yang dilaksanakan di sekolah binaan Honda fokus pada pembelajaran kelas industri yaitu belajar bekerjasama dalam team, public speaking, kepedulian keselamatan serta ketrampilan basic dalam berkendara. Tujuannya meningkatkan ketrampilan soft skill untuk melengkapi pengetahuan dan ketrampilan teknik di pelajaran umum. Mengasah ketrampilan soft skill melalui public speaking yang berhubungan dengan keselamatan berkendara.

Dalam pembelajaran public speaking ini belajar menyampaikan pendapat mereka tentang topik yang sudah di tentukan, semisal pembahasan HELM sebagai perlengkapan pelindung kepala saat berkendara. Dengan topik ringan ini dan tidak dibatasi dengan aturan aturan yang kaku dalam berbicara maka akan di dapatkan keberanian dan percaya diri sebagai modal untuk ke level lebih serius dalam teknik public speaking.

“Peserta pemula kami berikan metode setiap anak wajib bergantian memimpin di grup kecil, dengan jumlah anggota lebih sedikit diharapkan anak lebih berani berbicara, melatih percaya diri, setelah itu baru di tingkatkan ke group yang lebih besar pesertanya dan jika sudah mahir memberikan materi tentang keselamatan berkendara, para pelajar ini di berikan tugas memberikan edukasi safety riding di lingkup antar kelas, bahkan antar sekolah“, jelas Suko Edi, instruktur safety riding Astra Motor Jawa Tengah.

Memberikan kesempatan anak belajar mengutarakan pendapatnya serta membiasakan anak memimpin grup secara bergantian sekaligus diberikan materi – materi pelatihan, bagaimana berbicara yang benar sehingga kegiatan extra kurikuler safety riding ini bisa menghasilkan output adalah anak – anak yang juga peduli pada keselamatan berkendara, terampil teknik berkendaranya, dan mahir dalam mengutarakan maksud dan tujuan sehingga menjadi contoh dan sumber pengetahuan keselamatan berkendara bagi sesama, keluarga dan masyarakat umum.

“Dalam dua tahun ini, kegiatan extra kurikuler safety riding di sekolah sangat terdampak oleh pandemik, bahkan setahun yang lalu tidak dilaksanakan sama sekali, spesial tahun ini kami mengusahakan semaksimal mungkin dengan wajib prokes serta patuh terhadap kebijakan pemerintah dalam hal kegiatan tatap muka beralih ke online,” tutur edy Ridwan Pembina sekolah safety riding mandiri SMK Muhammadiyah Bligo

Astra Motor selalu berinovasi dan kreatif dalam membantu menciptakan generasi muda yang peduli akan keselamatan dan menjadi bagian solusi masalah bangsa Indonesia yakni mencegah kecelakaan yang mengancam keselamatan usia produktif.

Ekstra kurikuler safety riding sebagai bentuk nyata implementasi Cari_aman. Mengusahakan generasi kekinian yang keren dan bisa menjadi panutan pelajar lainnya terutama dalam hal keselamatan. (*/sgt)