Kesongo Transit Point Tawarkan View Lima Gunung dan Danau

LAUNCHING: Owner Kesongo Transit Point dr Robbie Hernawan menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto mewakili Bupati Semarang. FOTO:DEKAN BAWONO/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Seiring meredanya pandemic Covid-19, destinasi di kawasan sekitaran danau Rawa Pening terus tumbuh. Salah satunya di Desa Kesongo Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Berbeda dengan destinasi yang sudah ada, tempat ini memadukan kearifan lokal dengan kondisi kekinian untuk menggaet pengunjung wisata kuliner dipadu jasa cucian motor dan mobil (carwash). Letaknya juga strategis di pinggir Jalan Solo-Semarang, tepatnya di Jalan Fatmawati 44, Sejambu, Kesongo, Kecamatan Tuntang.

Dibuat dengan bahan utama 14 kontainer yang disusun menjadi tiga lantai, Kesongo Transit Point menawarkan pemandangan danau Rawa Pening dan lima gunung mulai dari Andong, Ungaran, Merbabu, Telomoyo, dan Gajah.

“Selain itu, banyak spot yang unik dan keren untuk memanjakan pengunjung,” kata owner Kesongo Transit Point, dr Robbie Hernawan dan Retno Margiastuti, Minggu (3/7/2022).

Keunikannya yang ada, di antaranya ditanam 38.000 tanaman Li Kuan Yu berjuntai hijau yang mengelilingi seluruh bangunan. “Rawa Pening ini identik dengan kesejukan, sehingga dengan adanya tanaman Li Kuan Yu akan menambah suasana hijau yang ada,” jelasnya.

Dia menambahkan, design bangunan yang unik, dengan kontainer sebagai bahan utama juga menjadi ciri tersendiri. “Terbuat dari bekas kontainer dan disulap menjadi tempat nongkrong yang fun dan kekinian. Banyak spot menarik yang bagus dan bisa menjadi lokasi membuat konten para content creator,” Retno.

dr Robbie Hernawan bersama istri, Retno Margiastuti memotong pita menandai pembukaan Kesongo Transit Point, Minggu (3/7/2022). FOTO:MUIZ/JATENGPOS

Dijelaskan Retno, dari bangunan paling atas ini, bisa melihat langsung Rawa Pening dengan latar belakang lima gunung. ”Jadi ini sangat indah. Apalagi Kesongo Transit Point berada tepat di jalur Semarang-Solo sehingga mudah ditempuh,” imbuhnya.

Kesongo Transit Point, lanjutnya, juga berkomitmen memberi ruang kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Jadi selain ada resto, coffee shop, juga ada foodcourt khusus makanan tradisional, menu nusantara dan restoran keluarga dengan menu masakan beragam, dari chinese food, western food sampai arabian food,” kata Retno.

Retno menambahkan, saat menikmati menu makanan, pengunjung sekaligus bisa mencucikan kendaraannya atau sebaliknya bisa mencucikan kendaraan sambil menikmati kuliner yang ada dengan view yang indah. “Carwash disini menggunakan sistem robotic yang modern, jadi kendaraan yang dipakai bisa lebih bersih dan terawat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto yang hadir mewakili Bupati Semarang mengatakan, adanya Kesongo Transit Point bisa menjadi alternatif kunjungan wisatawan dan bisa dijadikan satu paket wisata dengan yang lain.

“Konsep yang ditawarkan bisa menjadi pengalaman baru untuk wisatawan. Juga bisa meramaikan kawasan sekitarnya,” pungkasnya.

Acara launching Kesongo Transit Point ini juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto, Camat Tuntang Muh. Sigit, Kadinas Koperasi UMKM Salatiga Roch Hadi, tokoh agama setempat Habib Mundro Al Kodri dan Kyai Ahmad Suwaifi.

Dalam kesempatan ini dr Robbie Hernawan dan Retno Margiastuti selaku owner Kesongo Transit Point memberikan bingkisan dan bantuan kepada para santri dan anak yatim piatu sekitar. (deb/biz/muz)