Kewalahan Penuhi Permintaan Vaksinasi, Ganjar: Baru 5,4 Juta Warga

CEK VAKSINASI: Gubernur Ganjar Pranowo mengunjungi Sentra Vaksinasi Banyumas di kompleks Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (6/8/2021). FOTO:ANTARA/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. PURWOKERTO- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku kewalahan memenuhi permintaan dari masyarakat yang ingin segera mendapatkan vaksinasi COVID-19.

“Saya senang sampai hari ini masyarakat begitu antusias. Justru sekarang kami agak kewalahan,” katanya usai mengunjungi Sentra Vaksinasi Banyumas di kompleks Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Bahkan, kata dia, saat ini anak-anak sekolah (usia di atas 12 tahun, red.) sudah banyak yang minta segera divaksin.
Menurut dia, hal itu disebabkan anak-anak sudah rindu untuk segera menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Masyarakat (banyak yang tanya, red.) ‘kapan pak, kapan pak’, apalagi anak sekolah. Asumsinya kalau segera disuntik, bisa segera masuk sekolah,” katanya.

Ganjar mengakui beberapa kabupaten/kota di Jateng saat ini sudah mulai menggelontorkan vaksinasi untuk anak-anak sekolah.

Dalam hal ini, dia mencontohkan skenario vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. “Seperti di Boyolali, vaksin dari TNI dan Polri dipakai untuk pasar, sedangkan vaksin pemkab dipakai untuk anak sekolah semua,” katanya.

Kendati demikian, dia mengingatkan semua kepala daerah untuk tetap memprioritaskan vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) dan pralansia.

Ganjar menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Banyumas yang telah memberikan layanan vaksinasi keliling sehingga bisa “jemput bola” di daerah terpencil. “Kan masyarakat di desa sana juga punya hak yang sama,” katanya.

Di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, baru dilakukan sekitar 5,4 juta warga atau sekitar 19 persen dari total 28 juta warga Jawa Tengah yang menjadi target vaksinasi.

“Yang telah divaksin dosis pertama ini sekitar 5,4 juta jiwa, sedangkan dosis kedua tiga jutaan jiwa. Padahal targetnya 28 juta jiwa, jadi masih panjang sekali,” ungkapnya.

Ganjar berharap pemerintah pusat mempercepat pengiriman vaksin COVID-19 supaya pemerintah daerah bisa bergegas melaksanakan vaksinasi.

“Jadi, kerja sama dari Kepolisian, TNI, seperti ini bisa kita lakukan percepatan. Kemarin kami mendapatkan vaksin, sekarang begitu datang langsung kami distribusikan,” katanya.

“Saya berterima kasih partisipasinya bagus dan khusus di Banyumas tampaknya berapa saja siap, tadi Pak Bupati (Achmad Husein) mengatakan mau kirim berapa saja habis,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi menyiapkan skenario percepatan pelaksanaan vaksinasi karena menurut informasi pemerintah akan menerima pasokan vaksin COVID-19 dalam jumlah besar pada September atau Oktober.

Guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi, menurut Gubernur, seluruh fasilitas kesehatan serta kantor desa/kelurahan akan disiapkan sebagai tempat pelayanan vaksinasi.

“Saya sudah komunikasi dengan kades-kades itu dan mereka siap semuanya. Termasuk saya komunikasi dengan TNI/Polri agar kantor-kantor Koramil/Polsek bisa dipakai, agar tidak menimbulkan kerumunan,” katanya.

Ganjar juga meminta pemerintah daerah di wilayahnya disiplin mengisi aplikasi Smile supaya ketersediaan vaksin bisa terus dipantau.

“Saya juga minta vaksinasi diprioritaskan untuk para lansia meskipun para pelajar sudah sangat antusias divaksin sebab mereka sudah rindu untuk belajar di sekolah. Sudah ada beberapa daerah yang sudah mulai kebut vaksinasi untuk pelajar, tapi saya minta lansia dan pra-lansia dulu diprioritaskan,” katanya. (ant/muz)