Komplotan Gendam Dibekuk Polres Salatiga

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana saat mengintrogasi para pelaku gendam. ( foto : dekan/ jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Jajaran reskrim Polres Salatiga berhasil meringkus empat tersangka komplotan gendam alias tipu-tipu dengan modus hendak menukarkan uang asing. Empat orang tersangka, salah satu wanita itu diringkus di Semarang.

Penangkapan komplotan lintas provinsi ini dilakukan setelah Polres Salatiga mendapat laporan dari korban berinisial R (57) seorang guru yang tinggal di Perum Mekar Elok, Tingkir, Salatiga. Korban dikerjai komplotan itu hingga uangnya Rp 23 juta di ATM ludes.

Ke-4 pelaku yaitu Irw alias Rozak (48) warga The Panorama Blok C 1 no.10 RT 01 RW 02, Kelurahan Tapos, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sup alias Sunarto (61) warga Palsigunung RT 03 RW 05, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Syaf alias Huda ( 52) warga Jl KH Agus Salim RT 01 RW 01, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangeran, Kota Tangeran dan seorang wanita Ald alias Reva (40) warga kampung Bali No.2-1, kalisari RT 03 RW 08, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Dalam gelar perkara di Polres Salatiga, Jumat (9/9), penangkapan terhadap para pelaku bermula dari laporan korban R (57) seorang guru warga Perum Mekar Elok, Kelurahan Tingkir Tengah, Salatiga pada Selasa (6/9). Saat itu korban keluar dari sebuah bank di Jalan Diponegoro setelah mengurus pembuatan rekening baru.

“ Setelah dari bank, korban hendak pulang dengan berjalan kaki ke arah Tamansari, namun ketika berjalan beberapa langkah, teppatnya di depan kos Wahid, korban dihampiri oleh seorang tak dikenal,” ujar Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana.

Lelaki tak dikenal itu mengaku bernama Rozaq dari negara Brunai dan hendak meminta tolong untuk menukarkan uang dollar Singapura. Tak lama kemudian datang seorang wanita mengaku bernama Reva yang sebenarnya merupakan komplotan pelaku.

Wanita itu kemudian menawarkan diri kepada Rozaq untuk menukarkan uang dollarnya. Tak lama kemudian datang dua pelaku lagi yaitu Huda dan Sunarto mengendarai mobil Mobilio A 1340 ZO yang menghampiri mereka dan menawarkan untuk menukarkan uang dollar serta mengajak korban ikut.

Mereka kemudian menuju ke BRI Roncali, di tempat itu Reva pura-pura mengambil uang Rp 90 juta, namun Rozaq mengatakan, uang masih kurang sehingga meminta bantua korban untuk menukar uang.

Dalam kondisi seperti terhipnotis, korban saat itu mmeinta untuk diantar pulang ke rumah untuk mengambil dua buku tabungan miliknya. Setelah mengambil buku tabungan BRI dan BNI, korban diantar ke bank-bank tersebut untuk menarik uangnya. Di BRI korban menarik tunai Rp 11 juta sedangkan di BNI korban menarik Rp 12 juta.

Uang kemudian diserahkan ke korban setelah korban diajak ke sebuah moni market di ABC untuk membeli makanan. Korban didampingi Reva. Namun pelaku akhirnya mengelabui korban dan kabur bersama komplotannya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Salatiga. Tak berselang lama, petugas Reskrim Polres Salatiga berhasil meringkus komplotan itu berserta sejumlah barang buktinya. “ Para tersangka kami tangkap pada hari Rabu (8/(9) atau sehari setelah kejadian,” ujar Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana.

Dikatakannya, empat tersangka tersebut dua diantaranya adalah residivis dalam kasus yang sama, dan komplotan itu beraksi lintas kota, seperti di Kendal dan sebagainya.” Para tersangka kami jerat pasal 378 KUHP jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya. (deb)