Beranda Jateng Banyumas Komunitas Ojek Online di Purwokerto Bantu Pendistribusian Daging Kurban

Komunitas Ojek Online di Purwokerto Bantu Pendistribusian Daging Kurban

9

JATENGPOS.CO.ID, PURWOKERTO – Puluhan pengemudi ojek daring yang tergabung dalam Komunitas Ojek “Online” Cinta Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kocak) turut membantu pendistribusian daging kurban di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Anggota Kocak yang terlibat dalam pendistribusian daging kurban hari ini kurang lebih 23 orang,” kata Koordinator Kocak Budi Komeng di Purwokerto, Sabtu.

Menurut dia, puluhan anggota Kocak tersebut membantu pendistribusian daging kurban dari 8 masjid di Purwokerto, salah satunya Masjid Bhayangkara.

Kendati demikian, dia mengatakan pendistribusian daging oleh anggota Kocak hanya dilakukan untuk calon penerima yang alamat rumahnya cukup jauh dari masjid, sedangkan distribusi untuk warga sekitar dilakukan oleh panitia kurban.

“Seperti yang kami lakukan hari ini, mengantarkan daging kurban untuk para ustadz/ustadzah yang biasa mengisi tausiah di Masjid Bhayangkara. Alamat mereka tersebar di berbagai pelosok Banyumas,” katanya.

Menurut dia, semua itu dilakukan anggota Kocak secara sukarela yang didasari rasa kemanusiaan dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Ia mengaku bersyukur karena keterlibatan anggota Kocak dalam pendistribusian daging kurban tersebut mendapat sambutan positif dari takmir masjid.

“Tadi, salah seorang takmir Masjid Bhayangkara, Pak Handoko menyampaikan terima kasih kepada kami karena terbantu dalam pendistribusian daging kurban,” katanya.

Sementara itu,  seorang Pembina Kocak yang juga Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Banyumas Komisaris Polisi Davis Busin Siswara mengatakan pendistribusian daging kurban tersebut, selain melibatkan anggota Kocak juga bekerja sama dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Menurut dia, Kocak merupakan bagian dari konsep pemolisian masyarakat (polmas) modern yang dikembangkan oleh Polresta Banyumas, yakni “community safety, to safe community” di mana komunitas masyarakat yang dibina dan diberi info kamtibmas sedemikian rupa menjadi penjaga keamanan dari masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu, kata dia, Kocak sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran menjaga kamtibmas khususnya pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Saat pandemi seperti sekarang ini, masyarakat tidak boleh datang untuk mengambil daging kurban karena rawan terjadinya penularan COVID-19 dengan adanya massa berkerumun, sehingga teman-teman dari Kocak ikut membantu pendistribusian daging yang dilakukan panitia kurban,” jelasnya. (fid/ant)