Kreasi Seni Penyandang Disabilitas Kota Semarang

Satu komunitas Kreasi Seni Difabel dengan penuh semangat usai tampil membawakan tari kreasi pantomim dalam even yang digelar RRI Semarang. FOTO : UNCLE BLEU/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Raut wajah ceria dan bersemangat terlihat pada seribuan peserta kegiatan sosial bertema ‘Kreasi Seni & Jalan Santai Disabilitas’. Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Semarang, Minggu (10/12) kemarin.

Meski terlahir tak sempurna layaknya manusia pada umunbta, namun peserta kegiatan sosial tahunan yang digagas dan digelar rutin setiap Hari Disabel Internsional (HDI) oleh RRI Semarang tersebut tetap bersemangat. Ribuan peserta dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) dan komunitas Disabel se-Kota Semarang ikut hadir.

Mereka penuh semangat, memberikan inspirasi bagi siapa saja. Usai diajak jalan santai, ribuan peserta dihibur dengan penampilan seni. Diantaranya ada yang menampilkan sebuah karya yang mampu diekspresikanya dengan sempurna. Mulai dari  tari kreasi tradisional, modern, menyanyi hingga main band.

Yugo Sanjoyo, Kepala Pelaksana Harian (PLH) LPP RRI Semarang, mengatakan, kegiatan sosial tahuhan tersebut, sengaja dihelat berbeda dengan tahun sebelumnya. Tak hanya mengajak seluruh peserta untuk jalan santai, tetapi juga memberikan wadah kreasi seni kepada talenta yang dipunyai penyandang difabel.

“Kalau jalan santai itu sudah biasa kami lakukan setiap tahun, pada peringatan HDI tahun ini, panggung kreasi seni menjadi fokus kegiatan, agar para peserta yang mempunyai bakat khusus bisa menyalurkanya dengan baik, paling tidak bisa tampil dihadapan khalayak umum,”tuturnya, kepada Jateng Pos.

Ditambahkan, dari ribuan peserta yang datang dari berbagai SLB dan komunitas Difabel se-Kota Semarang. Pihaknya sengaja membuka panggung kreasi seni yang menampilkan karya seni perwakilan SLB dan komunitas yang mempunyai bakat khusus.

“Tadi sama-sama kita lihat, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, mampu menunjukan bakatnya, meski mereka tak sempurna namun tidak kalah dengan manusia normal lainya. Artinya, dalam diri mereka, juga ada kehidupan seperti kita yang dikarunia tubuh lengkap dan akal sempurna. Hal itu bisa menjadi inspirasi dan semangat hidup untuk kita,” imbuhnya.

Tak canggung dan luwes, dari berbagai aksi dan performa kreasi seni, yang ditampilkan anak-anak penyandang berbagai cacat tubuh tersebut, mampu memukau tamu undangan dan masyarakat luas yang langsung melihat penampilan diatas panggung utama. Tak hanya itu, diakhir acara, juga dibagikan doorprez menarik berupa lima sepeda dan puluhan barang elektronik. (ucl/sgt)