JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai titik perburuan takjil di Kabupaten Kudus mulai dipadati masyarakat. Salah satu lokasi yang paling menyedot perhatian adalah Kampung Ramadan Demaan yang terletak strategis di pusat kota, tepatnya sepanjang Jalan Pangeran Puger.
Ratusan warga terlihat memadati deretan stan kuliner sejak sore hari. Beragam pilihan menu tersaji lengkap, mulai dari minuman segar seperti es buah dan es capucino, kuliner kekinian seperti dimsum, zuppa soup, kue balok, hingga mochi. Tak ketinggalan, aneka jajanan tradisional juga tetap menjadi incaran warga dengan harga yang relatif terjangkau.
Pasar Ramadan ini diinisiasi oleh BUMDes Semanah Berkah Desa Demaan. Berdasarkan jadwal, kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai tanggal 21 Februari hingga 18 Maret 2026. Selain memudahkan warga mencari menu berbuka, event ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
‘’Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi warga dalam berburu takjil, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal agar tetap bergeliat selama bulan puasa,’’ ujar Ahmad Ihwan, Direktur BUMDes Demaan sekaligus Panitia Penyelenggara.
Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari pembeli, tetapi juga para pedagang. Gita, salah satu penjual mochi, mengaku kewalahan melayani pembeli. Dagangannya kerap ludes dalam waktu singkat sejak lapak dibuka.
‘’Sangat senang dengan adanya Kampung Ramadan ini. Selain membantu penjualan, ini jadi sarana pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga untuk menambah pendapatan keluarga,’’ ungkap Gita di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan.
Bagi warga yang melintas di area pusat kota Kudus, Kampung Ramadan Demaan menjadi solusi praktis. Hanya dalam satu lokasi, masyarakat dapat memilih beragam menu berbuka sesuai selera tanpa harus berpindah-pindah tempat. (han/rit)








