Kunjungan Komisi B dan C DPRD Demak Ke DPRD Bantul, Terkait Perubahan APBD Demak

Ketua Komisi B Ali Subkan dan Ketua Komisi C Sudarno saat memberikan cinderamata kepada perwakilan DPRD Bantul. FOTO : ADHI PRAMANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Untuk melakukan pembahasan terkait Rancangan Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2017. Komisi B dan Komisi C DPRD Kabupaten Demak beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke DPRD kabupaten Bantul DIY.

Kunjungan kerja ini sangat diperlukan oleh para anggota dewan, dikarenakan mereka sangat membutuhkan referensi untuk segera membahas Raperda Perubahan tersebut. Beberapa diantaranya adalah kompilasi produk hukum daerah konsekuensi dari Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2017 tentang Kedudukan Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, menggambarkan besaran – besaran tunjangan yang diterima oleh anggota DPRD. Diantaranya adalah Tunjangan Transportasi dan Tunjangan Perumahan sama sebesar Rp 7,6 Juta, namun semua kendaraan yang sebelumnya diperuntukkan untuk mobilisasi Alat Kelengkapan DPRD di Tarik semua.

Selain itu diperoleh referensi bagaimana Kabupaten Bantul dalam merealisasi visi kabupaten Bantul yaitu terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bantul yang sehat, cerdas, dan sejahtera, berdasarkan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, maka di breakdown melalui MISI Kabupaten Bantul sesuai RPJMD tahun 2016-2021.

“Diantaranya adalah bagaimana mereka meningkatkan tata kelola pemerintahan yg baik, efektif, efisien dan bebas dari KKN melalui percepatan reformasi birokrasi Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang empatik,” ujar Ali Subkan yang didamping Sudarno dan anggota lainnya.

Sedangkan misi lainnya yakni, Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil dan berkepribadian luhur. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat difokuskan pada percepatan pengembangan perekonomian rakyat dan pengentasan kemiskinan. Meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana-prasarana umum, pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan risiko bencana. Terakhir meningkatkan tata kehidupan masyarakat Bantul yang agamis, nasionalis, aman, progresif dan harmonis serta berbudaya istimewa.

 

Kunjungan Kerja Komisi B dan C ke DPRD Kabupaten Bantul. FOTO : ADHI PRAMANTO/JATENGPOS.CO.ID

“Selain itu Kabupaten Bantul jauh – jauh hari sudah mempersiapkan one palace one product atau satu kecamatan satu produk unggulan,” imbuh Sudarno. Beberapa contoh yang sudah berjalan diantaranya antara lain di Kecamatan Banguntapan. Disini, selain museum wayang kekayon, museum dirgantara mandala dan Keraton Mataram juga ada desa wisata Jagalan. Lokasinya hanya lima kilometer kearah tenggara, dari pusat kota Jogja. Kota kuno ini menyisakan banyak bangunan tua, dimana dahulu merupakan kerajaan dan Istana Mataran Islam. Di Jagalan masih terdapat banyak sekali rumah-rumah tradisional Jawa yang terawat baik. Sedangkan di Kecamatan Jetis, selain petilasan Sultan Agung juga banyak terdapat makanan tradisional berupa kue satu, yang dihasilkan dari Patalan. Sedangkan tempe dihasilkan dari Canden. Lalu Kecamatan Pleret, merupakan kawasan cagar budaya petilasan jaman Mataram Kerto, yaitu ibukota Mataram yang sebelumnya di Kotagede. Kraton ini sendiri didirikan oleh Sultan Agung.

Peninggalan-peninggalan Keraton Kerta dapat dikatakan sangat minim. Peninggalan yang minim itu pun tidak begitu banyak membantu untuk memperkirakan bagaimanakah kira-kira bentuk Keraton Kerta pada zamannya. Potensi fisik yang dipunyai kawasan cagar budaya ini adalah Masjid,sisa-sisa bangunan kraton, tembok keliling, serta makam Ratu Malang di Gunung Kelir. Selain itu juga ada wisata rebo pungkasan.

Kecamatan Pajangan, terdapat wisata alam goa Selarong dan Desa Wisata Karebet,  dan Sentra penghasil makanan tradisional terdapat di Triwidadi dengan emping sebagai produknya serta pembuatan gula kelapa di Sendangsari. Di Kecamatan Kasihan, terdapat pesanggarahan Ambarbinangun dan Pesanggarahan Kasihan petilasan Sunan Kalijaga, serta menjadi sentra makanan tradisional di Kasihan berupa industri minyak kelapa dan tahu di desa Ngestiharjo. (adi)