LAPAAN RI Pertanyakan Pembatasan Kuota Solar Subsidi di SPBU

HABIS : Salah satu SPBU memberikan papan keterangan bahwa solar bersubsidi sudah habis. Ist

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – LSM LAPAAN RI Jateng mempertanyakan adanya kebijakan pembatasan kuota BBM non subsidi jenis solar di sejumlah SPBU yang ada di wilayah Solo Raya. Hal tersebut diketahui setelah mendapati beberapa SPBU selalu memasang tanda kehabisan solar.

“Karena temuan ini, kami pun menindaklanjuti dengan mengunjungi 18 SPBU di wilayah Solo Raya. Dan keterangan yang kami terima ternyata sumber habisnya stok solar di masing-masing SPBU tersebut karena adanya pembatasan stok dari Depo Pertamina Jateng-DIY,” ujar Ketua Umum LAPAAN RI Jateng, BRM Kusumo Putro.

Dari data yang dikumpulkan timnya, diketahui jika mulai Juli lalu pasokan solar ke SPBU dibatasi kisaran 2 kiloliter (KL) hingga 3 KL. Padahal sebelum ini tidak ada pembatasan, artinya jika stok SPBU habis maka bisa memesan lagi berapa pun jumlahnya.

“Yang aneh, jika kuota sudah habis dan SPBU mau ambil lagi diberi harga solar non subsidi. Padahal selisinyanya banyak. Kalau yang subsidi itu harganya Rp4.900 per liter, yang non subsidi harganya sekitar Rp9.200 per liter. Yang kami pertanyakan, kebijakan ini hanya bersifat pemberitahuan lisan kepada SPBU tanpa adanya SK Menteri ESDM maupun keputusan Direktur Utama Pertamina ini. Padahal ini tentunya akan merugikan pengusaha SPBU maupun masyarakat sebagai konsumen,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya mendesak Menteri ESDM, Direktur Utama Pertamina untuk melakukan sidak ke berbagai SPBU di Solo Raya untuk mengetahui kebenaran dari fenomena tersebut. “Kami mendesak Menteri ESDM, Direktur Utama Pertamina untuk dilakukan audit atas pembatasan kuota ini. Jika benar, maka bisa dikatakan ada tindak pidana di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Wilayah Yogyakarta, Muhammad Ivan Syuhada membantah adanya pembatasan kuota solar di SPBU. Ia menjelaskan tidak ada pembatasan distribusi BBM jenis solar non subsidi ke SPBU baik di Solo Raya maupun sampai di SPBU yang berada di wilayah Jateng dan DIY.

“Saya juga kaget ditanya soal ini. Karena setahu saya tidak ada pembatasan kuota. Untuk penjelasan secara detailnya bisa ditanyakan ke Sales Branch Manager Pertamina Rayon 5 Yogyakarta yang membawahi wilayah Solo, Klaten dan Boyolali,” ujarnya.

Di sisi lain, Sales Branch Manager Pertamina Rayon 5 Yogyakarta, Joko Priyambodo juga mengutarakan hal serupa. “Untuk pasokan solar ke SPBU yang berada di wilayah kami yakni Kota Solo, Klaten dan Boyolali tidak ada pembatasan quota. Justru kami melayani setiap permintaan solar dari SPBU. Seperti biasanya, di setiap SPBU tingkat kebutuhan BBM yang dijual ke konsumen berbeda. Hal itu terus kita pantau tingkat kebutuhan masing-masing dengan harapan agar tidak terjadi kekurangan.kebutuhan solar bersubsidi untuk masyarakat,” terangnya. (jay)