Laporan dari Makkah: Indonesia Termasuk Haji Tamattu, Harus Membayar Dam

POTONG KAMBING: Kambing dam haji tamattu, yang disiapkan di pasar hewan Moashem Makkah. FOTO:BEJAN SYAHIDAN/JATENGPOS

MAKKAH. JATENGPOS.CO.ID- Konsekuensi sebagau haji tamattu, jamaah calon haji Indonesia harus membayar dam (denda). Yaitu menyembelih seekor kambing.

Bejan Syahidan, wartawan Jateng Pos dari Makkah Almukarromah, melaporkan, itulah yang dilakukan sejumlah jamaah calon haji Indonesia pada Sabtu, 10 Juni 2023.

Bejan Syahidan, wartawan Jateng Pos, dari Makkah Almukarromah melaporkan, para jamaah calon haji Indonesia itu menyembelih seekor kambing di pusat penyembelihan hewan di pasar hewan daerah Moashem Makkah, sekitar 15 Km dari masjidil Haram. Sebenarnya ada tiga pasar hewan besar di Arab Saudi. Pertama pasar An’am, pasar terbesar 10 km dari Masjidil Haram, pasar Akisiyyah, dan Pasar Moashem.

Haji tamattu adalah melaksanakan haji dengan melakukan umroh wajib terlebih dulu sebelum puncak haji Armuzna (wukuf di Arofah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumroh di Mina). Tujuanya supaya para jamaah bisa melepas baju ihrom setelah umroh wajib. Lalu menggunakan pakaian biasa untuk kegiatan ibadah sehari-hari sampai puncak haji tanggal 8 Zulhijah. Karena dianggap melanggar rukun haji, maka harus membayar dam (denda) seekor kambing. Jika tidak, hajinya akan rusak.

Sebab seyogyanya, jika mengikuti Rosululloh, calon jamaah haji itu harusnya menjalankan haji Ifrod. Yaitu mengerjakan haji terlebih dulu baru umroh wajib. Sehingga tidak terkena dam. Tetapi jamaah Indonesia pada umumnya tidak kuat. Karena harus mengenakan pakaian ihrom dari awal hingga akhir haji selama 40 hari. Padahal selama berihrom banyak larangan yang harus dihindari.

Diantaranya tidak boleh jidal (berbantahan), khusuf (mencela dan berkata kotor), rofast (berkata dan berbuat mesum). Juga tidak boleh membunuh binatang, berburu, memotong tanaman, mencukur rambut, memotong kuku, memakai pakaian berjahit, menikah/menikahkan, berhubungan badan dll.

“Itulah kenapa umumnya kita jamaah haji Indonesia semua memilih haji tamattu, ya karena kita tidak kuat harus memakai ihrom selama 40 hari, banyak larangan yang sulit dijaga. Kita memilih membayar dam saja,” kata Ruyani, mutowif (pembimbing haji), yang mengantar jamaah ke pasar Hewan.

Tapi sebaliknya, kata Ruyani, para jamaah haji dari negara lain yang tidak jauh dari Arab Saudi memilih haji Ifrod. Mereka susah payah mengenakan ihrom sejak awal hingga akhir. Tetapi tidak membayar dam.

Untuk besaran dam, disesuaikan dengan harga kambing di Arab. Saat ini per ekor kambing sedang sekitar Rp 1,5 juta- Rp 2 juta atau setara 400-500 real. Calon jamaah haji cukup membayar kepada mutowif yang ditugaskan, lalu melihat langsung waktu penyembelihan. Kambingnya dicarikan oleh mutowif dan jaringanya. Dagingnya akan dikelola pihak pemotong hewan untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di Arab.

“Intinya, jamaah yang terkena dam itu harus mengalirkan darah kambing. Dagingnya buat orang lain,” tambah Royani.

Dari pantauan di pasar hewan, setiap mobil pickup besar datang bergantian membawa ratusan ekor kambing yang sudah dipesan dari peternak di desa-desa. Lalu diturunkan di pintu masuk pemotongan. Setelah masuk langsung dijatuhkan. Satu persatu disembelih para jagal dengan cepat. Darah mengalir dimana-mana.

Perwakilan jamaah cukup membacakan nama-nama jamaah haji per kloter yang terkena dam di sebelahnya. Dengan membaca, “Bismillahi Allohu Akbar…”, penjagal memotong kambing setelah nama jamaah disebut bergantian. Para jamaah cukup melihat proses pemotongan dari balak kaca.

Ratusan penjagal dengan cepat menguliti, membuang kotoranya, dan memasukan daging kambing dalam kantong-kantong plastik untuk dibagikan kepada yang berhak.

Yang berbeda dengan potong kambing di tanah air, kulit maupun isi perut kambing semuanya dibuang. Dimasukkan lubang permanen semacam sapiteng. Benar-benar hanya diambil dagingnya. Menurut informasi, selain dibagikan kepada orang kurang mampu, daging kambing dikornet untuk dikirim ke berbagai negara yang memerlukan seperti Palestina dll. (jan)