Literasi Digital dan Tantangan di Tengah Pandemi

Salah satu kegiatan webinar Program Literasi Digital yang digelar di Kabupaten Sragen. 

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Pandemi Covid-19 mau tidak mau membuat masyarakat harus berkompromi dengan kebiasaan baru. Salah satunya pemanfaatan teknologi digital. Mengingat, aktivitas fisik atau tatap muka menjadi hal yang berisiko.

Karena itu, tak heran jika semua kegiatan selama pandemi lebih banyak dilakukan melalui interaksi digital. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, rapat, mencari referensi, bahkan untuk sekedar ngobrol dengan teman. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut secara bijak diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang memadai.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) membuat program Gerakan Nasional Literasi Digital di seluruh daerah di Indonesia.

“Gerakan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab tantangan. Agar masyarakat tidak terjebak dengan maraknya informasi hoaks, penipuan dan salah dalam menggunakan teknologi digital,” ujar Koordinator Literasi Digital Kabupaten Sragen, Kukuh Cahyono.

Ia memaparkan, dalam program literasi digital tersebut ada empat pilar yang menjadi dasar utama. Dan bentuk kegiatannya dengan konsep webinar dan menghadirkan para ahli dibidangnya.

“Jadi dalam program literasi digital ini ada empat pilar utama yang menjadi acuan, yaitu etis bermedia digital, aman bermedia digital, cakap bermedia digital, dan budaya bermedia digital,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Khusus di Sragen, Program literasi digital di dicanangkan pada Mei hingga Desember 2021. Dan dengan empat pilar yang ditanamkan dalam program tersebut diharapkan masyarakat bumi sukowati bisa lebih melek digital dan dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara lebih baik dan produktif.

“Sejak Mei sampai saat ini respons masyarakat untuk mengikuti program itu sejauh ini dinilai cukup positif. Hal tersebut terlihat dari tingkat partisipasi kepesertaan yang terus mengalami peningkatkan hingga saat ini. Target kita awalnya hanya 600 peserta dalam satu kali kegiatan, tapi ternyata antusias masyarakat cukup tinggi, sekarang ini setiap kali webinar rata-rata diangka 900 hingga 1.000 peserta yang terlibat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Sragen, Yuniarti menyambut baik program yang dicanangkan pemerintah pusat terkait literasi tersebut.

Dengan program itu diharapkan dapat mendorong kecakapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi lebih baik. (jay/bis)