Luar Biasa, 683 Guru Ikut Pelatihan Menulis Artikel di Media Massa

Kerjasama KLG, JATENG POS, dan UPGRIS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kelas Literasi Guru Jateng (KLG), tak henti-hentinya melatih guru dan tenaga fungsional untuk menulis artikel ilmiah populer di media massa. Bahkan awal tahun 2023 ini menggelar lagi untuk angkatan yang ke-31.

Pesertanya luar biasa. Ada 683 peserta guru di Jawa Tengah dan Indonesia yang mengikuti pelatihan secara online melalui microsoft teams dan youtube tersebut.

Acara dihadiri Kaprodi Pendidikan Bahasa Daerah UPGRIS mewakili Dekan FPBS, Direktur Jateng Pos, KLG Jateng dan para peserta.

Kaprodi Pendidikan Bahasa Daerah UPGRIS, Alfiah,M.Pd  mengatakan kampus UPGRIS khususnya FPBS sangat mendukung kegiatan itu.

“Kami mohon maaf ibu dekan tidak bisa hadir.Kami mendukung kegiatan ini.Sudah berkali-kali kami adakan dan banyak peminatnya.Guru dan fungsional lain bisa berkarya untuk naik pangkatnya,”terang Alfiah.

Sementara itu Tukijo dari KLG Jateng melaporkan banyak peminat pelatihan angkatan ke-31 ini. Mereka kebanyakan dari kalangan guru, kepala sekolah, bahkan ada dosen serta fungsional tenaga kesehatan.

Para peserta terlibat secara aktif. Meski virtual pelatihan tersebut cukup interaktif. Hasil artikel yang ditulis peserta akan diterbitkan di harian Jateng Pos setiap hari.

Direktur Jateng Pos Bejan Syahidan memberikan dorongan agar para guru kreatif menulis karya ilmiah. Salah satunya di media massa yang ada angka kreditnya.

“Teman-teman guru bisa menulis karya ilmiah. Kami di media membantu penerbitannya.Kami sudah lama mengadakan pelatihan ini,”ujarnya di sela sambutan.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari mulai Jumat hingga Senin(6-9/1) itu, menghadirkan berbagai narasumber.

Diantaranya Dr.Puji Retno H,M.Hum Kepala Kantor Bahasa NTB. Dia memaparkan materi teknik swasunting. Menurutnya swasunting diperlukan oleh penulis. Baik penulis buku,artikel, maupun karya tulis lainnya.

“Teknik menyunting menjadi penting agar tulisan kita lebih bagus.Bisa menyunting ejaan maupun substansinya.Maka rujukan dalam menulis di media massa adalah kata baku dan juga selingkung media,”jelas Retno.

Tukijo yang juga penulis buku menjelaskan strategi menulis di media massa.

“Pada prinsipnya menulis di koran itu hak semua orang. Maka harus bisa menemukan topik yang menarik perhatian publik.Selain itu tulisan juga fokus sehingga bisa menjadi artikel yang press clear,”terangnya kepada Jateng Pos.

Peserta diminta menulis topik dan judul artikel. Untuk para guru topik harus sesuai dengan materi pelajaran dan  jenjang yang diajar guru. Hal tersebut sesuai dengan aturan angka kredit guru.

Lebih lanjut pemahaman PKB guru, dijelaskan oleh Lilik Rahmawati. Pengawas Muda dari Kab.Grobogan tersebut  menjelaskan secara rinci tentang penilaian angka kredit dari unsur publikasi ilmiah.

Lilil sapaan akrabnya memaparkan bagaimana karya tulis ilmiah bisa dinilaikan angka kreditnya. (*/tkj/yet/jan)