Lula Kamal Ajak Ibu-ibu Perangi Narkoba

Lula Kamal menjadi salah satu pembicara dalam talk show di Boyolali. FOTO : AJI JARMAJI/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Para orang tua, khususnya ibu-ibu diajak mengenali perubahan perilaku anak. Karena peran orang tua sangat besar dalam membentengi anak-anaknya terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

Hal itu diungkapkan Lula Kamal, ditemui para wartawan sebelum menjadi tampil sebagai pembicara dalam talk show bertema Peran Ibu dalam Memerangi Bahaya Narkoba dan HIV-Aids. Kegiatan tersebut diikuti ribuan ibu dari perwakilan seluruh wilayah Boyolali. Berlangsung di Balai Sidang Mahesa atau Dome Ngebong, Boyolali, Rabu (6/12).

Acara ini juga menghadirkan bintang film Revaldo serta penyanyi Marcell Siahaan. Selain itu juga Siti Atiqoh Ganjar Pranowo, istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga menjadi salah satu pembicara.

“Kan narkoba banyak (jenisnya), nggak mungkin ngapalin satu-satu. Cara mengetahui anak pakai narkoba, yang paling gampang itu adalah melihat dari perubahan tingkah laku,” kata Lula Kamal.

Ibu menjadi orang yang dinilai bisa berperan lebih dalam mengawasi anak-anaknya. Menurut Lula yang juga seorang dokter, kedekatan ibu dengan anak menjadi benteng ampuh mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, ibu lebih jeli memperhatikan tingkah laku anak-anaknya.

Menurut dia, perubahan perilaku tidak hanya dari rajin menjadi malas. “Terkadang dari males ke rajin. Pokoknya ada perubahan tingkah polah,” jelas Lula.

Bicara penyalahgunaan narkoba, kata Lula, dampaknya sangat besar. Bila dibiarkan terus, anak bakal semakin terpuruk dan berdampak terhadap kesehatan maupun psikisnya.

Berbicara di hadapan ribuan ibu-ibu dalam talk show tersebut, Lula menjelaskan berbagai jenis narkoba, cara pemakaiannya hingga dampaknya. Termasuk juga pil PCC yang akhir-akhir ini sedang marak.

Senada Atiqoh, istri Gubernur Jateng itu juga menyebut peran ibu atau orang tua sangat penting dalam membentengi anaknya dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Berkaitan dengan kasus HIV/AIDS, Atiqoh menyebutkan, jumlah penderitanya di wilayah Jawa Tengah hingga tahun 2017 ini sekitar 19 ribu orang. Yang meninggal dunia sekitar 1.400 orang.

“Seperti fenomena gunung es, itu yang tampak dipermukaan. Lha yang dibawah, yang belum ketahuan?” katanya. (aji/saf)